Verified
Hanura
<i>Puisi Lupakan Dulu Pilkada</i>

Puisi Lupakan Dulu Pilkada

Rumah KacaJum'at, 17 Februari 2017 , 08:43:00

SAYANGKU, sayangku..Malam ini, kita tak usah bicara, adagium.Lord Acton: Kekuasaan itu cenderung kor..
<i>Suluk Gunung Jati: Bukan Sekadar Novel Sufistik Biasa</i>

Suluk Gunung Jati: Bukan Sekadar Novel Sufistik Biasa

Rumah KacaSelasa, 14 Februari 2017 , 14:53:00

Penulis: E. Rokajat AsuraJumlah halaman: 347Terbit: Agustus  2016Kategori: Fiksi/ Sejarah Islam..
<i>Gara-Gara Dulah</i>

Gara-Gara Dulah

Rumah KacaJum'at, 10 Februari 2017 , 07:55:00

SI Dulah kembali membuat ulah. Dicurinya kain sarung di surau dituduhnya Labay Mansur yang mencuri. ..
Sajak Sang Penista

Sajak Sang Penista

Kamis, 02 Februari 2017 , 19:03:00

DI tengah damai Jakarta kau pamerkan keangkuhan sempurna sumpah serapah intimidasi mengalir sederas air banjir lalu kau cibir orang-orang pinggir menggusur tanpa basa basi menindas dengan tangan besi dan kau seenaknya korupsi dari rumah sakit.. Selengkapnya
Kekasihku Dan Pilkada Jakarta

Kekasihku Dan Pilkada Jakarta

Kamis, 26 Januari 2017 , 09:35:00

SI Pitung dari MarundaSedih di langit sanaMenitik air mataKarena kisah cinta SidartaBerakhir sudah cintaTahunan terjagaSedari tadi merenung sajaRemuk itu hati SidartaBukan karena agamaSoal itu teruji sudahBeda tafsir dan gagasanTak mampu memisahkanBu.. Selengkapnya
<i>Tuhan Maha Asyik</i>

Tuhan Maha Asyik

Selasa, 24 Januari 2017 , 22:09:00

Penulis   : Sujiwo Tejo & Dr. MN. KambaPenerbit : ImaniaTerbit     : Desember, 2016Harga     : 59.000TUHAN sangat asyik ketika Dia tidak kita kurung paksa dalam penamaan-penamaan dan pemaknaan-pemaknaan. Dia tak terdefinisikan, tan keno kinoy.. Selengkapnya
Ibuku Semakin Menua

Ibuku Semakin Menua

Minggu, 15 Januari 2017 , 09:56:00

Walau Ibu banyak lupaTak lagi membacaTak ingat namaTak ingat peristiwaTapi masih bisa kurasaTetap ada yang tersisaSetidaknya itu harapankuKarena duniaku bermula darimu, ibukata pertama yang kubacaKau yang mengejaNama pertama yang kukatakanKau yang aj.. Selengkapnya
Puisi Denny JA: Menghirup Udara Pagi

Puisi Denny JA: Menghirup Udara Pagi

Jum'at, 06 Januari 2017 , 08:14:00

UDARA pagi itu minta dihirupSegar seperti udara pertamaBersih seperti pagi pertamaUjar udara pagi:"kami baru melayang dari surgaDatang ke bumiKetika langit belum cemarBelum cemar oleh polusiBelum cemar oleh opiniBelum cemar oleh pertengkaran manusia".. Selengkapnya
<i>Pemburu Ridha Allah</i>

Pemburu Ridha Allah

Senin, 02 Januari 2017 , 00:27:00

KEMBANG api menyerang langit. Gemerlap Pesta, mengganggu sunyi kontemplasi tentang diri.Pesta penuh cahaya gemerlap dan terang kembang api seolah menyerang Tuhan yang mendesain gelap. Sehingga, sunyi tak lagi tentang kontemplasi diri. Tetapi dirampas.. Selengkapnya
Puisi Tahun Baru

Puisi Tahun Baru

Minggu, 01 Januari 2017 , 00:02:00

Tahun begitu cepat bergantiseperti guguran daun ditiup anginterbang pupus menghilangtak pernah sekejap menantisedih gembira dan susah senangsemua lebur tinggal kenanganapa yang kita caribelum tentu ditemukanapa yang kita harapkanbelum tentu terjadiki.. Selengkapnya
Puisi Akhir Tahun: <i>Om, Indonesia, Om</i>

Puisi Akhir Tahun: Om, Indonesia, Om

Sabtu, 31 Desember 2016 , 09:48:00

cabiklah negeri ini dengan belati kepentingan selaksa manuver kekuasaan atau politik lingkungan kemunafikan berbaju kesalehan atas nama apa pun yang serbaseolah-olah dan mengapa kalian makin rajin membohongi sejarah dengan keserakahan opini.. Selengkapnya
Panggung Jawab Teater

Panggung Jawab Teater

Rabu, 28 Desember 2016 , 06:21:00

HARUSKAH teater bertanggungjawab? Mengapa? Kepada siapa? Lagian untuk apa? Bukankah pertanggungjawaban itu, bila ada, pertama-tama haruslah datang dari, oleh, dan untuk para pekerja teater sendiri?  Mengapa mereka mau-maunya mempertaruhkan jasma.. Selengkapnya
Toleransi

Toleransi

Minggu, 25 Desember 2016 , 08:34:00

Kawan. BEDA ya BEDA ya TAK SAMAKawan. Gerakan Pengacau Keamanan alias GPK begitu Pak Harto menyebut mereka.Aku tak tahu GPK itu yang mana?.Dan, memang kami seringkali tak tahu yang mana?Kawan. Di masa kebijakan DOM alias Daerah Operasi Militer di Ace.. Selengkapnya
Sajak Telolet

Sajak Telolet

Jum'at, 23 Desember 2016 , 15:49:00

di jalan sajak buku puisiku yang tipis selalu berharap diarak tulang rahang para pengemis pengkhianat jadi pahlawan namanya abadi tersurat di alamat jalan tiang rambu-rambu penuh selongsong peluru puisiku hanya memungut bekas kekasihmu .. Selengkapnya
Puisi: Om Telolet Om

Puisi: Om Telolet Om

Kamis, 22 Desember 2016 , 07:47:00

40 hari sudahDua purnama telah merekahBayu menyendiri tetirahMenanti datangnya berkahApa gerangan akar derita?Bagaimana agar bahagia?Merenung, menyendiriDilakukan Bayu berkali-kaliIa mencari jawabanMenyelam ke akar persoalanHaruskah kutunggu Wahyu?Ag.. Selengkapnya
<i>Puisi Untuk Mengenang Laksdya TNI Arie Sembiring</i>

Puisi Untuk Mengenang Laksdya TNI Arie Sembiring

Rabu, 21 Desember 2016 , 15:16:00

PUISI Untuk Sang PemimpinMengenang Laksdya TNI Arie SembiringDia adalah pejuang keluargaBaginya seluruh jiwa adalah milik negaraBaktinya tertumpah bagi sang Merah PutihDi dadanya hanya ada satu kataPantang menyerah...!Prestasinya membuat berbagai neg.. Selengkapnya
Puisi: Doa Air Mata

Puisi: Doa Air Mata

Rabu, 14 Desember 2016 , 10:02:00

AIR mata yang tumpah ituMengucur dari hati para ibuRumah mereka pada suatu ketikaDigusur sang pejabat secara paksaIbu itu rumah kitaSi bocah tak mengerti bertanyaMengapa kamarnya rata dengan tanahKita nanti tinggal dimana, umi?Tanya Budi dan TutiPara.. Selengkapnya
<i>Puisi Muhammad </i>

Puisi Muhammad

Senin, 12 Desember 2016 , 20:59:00

GERIMIS senja pengobat resahManusia paripurna nan ukir sejarahTeladan bagi kami yang bersajadahSalam ya Nabi salam ya kekasih AllahJujur berdagang bersama kafilahKekasih idaman perempuan KhadijahPenebar salam di kerumunan penjarahPemimpin sejati berm.. Selengkapnya
<i>Tangis Berkawan Sajadah</i>

Tangis Berkawan Sajadah

Senin, 12 Desember 2016 , 16:39:00

TETES embun lengkapi dingin subuhLawan kantuk menenggelamkan lelahAdzan subuh datang dari MunasahMengagungkan lembut asma AllahKopi Pait menemani pagi nan cerahKoran pagi dihiasi narasi menyerahSenyum Kanzia, Pesan hilang resahJaga masa depan kami ha.. Selengkapnya
Puisi Negara Yang Berkhianat

Puisi Negara Yang Berkhianat

Minggu, 11 Desember 2016 , 23:35:00

INI sebuah puisiPuisi tentang pengkhianatan mesin negara ke pemiliknya, rakyat Ketika dibentuk untuk memakmurkan, tapi memiskinkanKetika dibentuk untuk melayani, tapi menindasKetika dibentuk untuk memuliakan, tapi memperbudakKetika dibentuk untuk mel.. Selengkapnya