Kementan Musnahkan Benih Sayur Impor Ilegal

Senin, 25 Maret 2019, 01:06 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Kementan saat memperlihatkan hasil temuannya/Dok

RMOL. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian menggelar pemusnahan komoditas pertanian impor ilegal yang masuk melalui jalur udara. Pemusnahan ini digelar karena komoditas itu tidak memiliki kelayakan masuk wilayah Indonesia.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil menjelaskan, komoditas ini tidak dilengkapi persyaratan administrasi berupa sertifikat kesehatan karantina dari negara asal sesuai UU Nomor 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Yang kami musnahkan antara lain benih sayuran, bibit pisang, bibit lada, bibit jahe dan bermacam-macam sayuran dengan  berat keseluruhan 78,015 Kg, 595 batang, dan 162 kemasan dari produk hasil tanaman," kata Ali di Instalasi Karantina Balai Besar Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (24/3).

Sementara komoditas produk hewan yang turut dimusnahkan di antaranya daging, telur, sosis, dan produk olahan lainnya dengan berat 182,22 kilogram dan telur sebanyak 24 butir.

Jamil mengatakan, komoditas pertanian yang dimusnahkan ini merupakan hasil tangkapan di terminal bandara Soekarno Hatta, sekaligus hasil pengujian di laboratorium karantina pertanian.

"Langkah ini perlu dilakukan sebagai strategi dalam melakukan pengawasan dan koordinasi dengan instansi terkait di bandara Soekarno Hatta," katanya.

Menurut Jamil, sistem perkarantinaan di era saat ini mutlak dilakukan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia agar selalu lestari dan terhindar dari masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Imam Djajadi menjelaskan, seluruh komoditas yang dimusnahkan ini merupakan hasil dari 50 tangkapan di terminal kedatangan internasional.

Untuk itu, Imam mengimbau kesadaran dan peran serta masyarakat, khususnya yang baru pulang dari luar negeri bisa lebih optimal ketika membawa barang komoditas pertanian, baik produk hewan maupun produk tumbuhan.

"Paling tidak, masyarakat bisa memastikan bahwa barang-barang yang dibawa itu sehat dan selalu dilaporkan kepada petugas karantina di bandara Soekarno Hatta. ini perlu dilakukan supaya ketahanan pangan Indonesia tetap berdaulat," katanya.

Adapun dalam pemusnahan ini turut dihadiri jajaran instansti terkait yang tergabung dalam Komunitas Bandara Soekarno Hatta (Kombata), Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten serta para pemilik barang.

"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran karantina pertanian untuk dapat melakukan pengawasan terhadap pemasukan komoditas dari luar negeri yang masuk ke Indonesia," katanya.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


loading