Sidak Di Bali, Menteri Amran: Sekarang Pegawai Kementan Sudah Profesional

Sabtu, 23 Maret 2019, 18:12 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman/RMOL

RMOL. Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Kelas I, Denpasar, Bali, Sabtu (23/3) sore.

Saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Amran mengaku tengah menghadiri hajatan di Bali. Namun seperti biasa, menteri asal Bone ini memang kerap mengejutkan bawahannya lewat kunjungan dadakan.

Alasan sidak kali ini adalah untuk melihat langsung proses ekspor impor di BBKP Denpasar. Dari laporan pegawai ternyata diketahui bahwa pada Kamis (21/3) kemarin dari balai itu baru diekspor sejumlah produk pertanian seperti ayam, mangga, salak dan lain sebagainya senilai Rp 309 miliar.

"Seperti biasa saya langsung lihat dan memastikan proses administrasi ekspor berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang telah direncanakan," ujar Amran.

Amran yang datang hanya ditemani ajudan tersebut tentu saja mengejutkan staf dan pegawai yang tengah bertugas di BBKP Denpasar. Namun di sidak kali ini Amran mengaku cukup puas karena pegawai yang bekerja sesuai prosedur dan tidak ada yang membolos meski bekerja akhir pekan.

Sebagai informasi, tahun lalu Amran juga sempat sidak ke BBKP Surabaya. Saat tiba di Unit Layanan Karantina Hewan dan Unit Layanan Karantina Tumbuhan BBKP di Pelabuhan Tanjung Perak Kalimas, dia langsung menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai karena dinilai tidak disiplin. Bahkan salah satu pejabat karantina di lokasi tersebut sempat dicopot dari jabatannya.

"Dulu ya kalau sidak banyak kena sanksi, dan sekarang mereka sudah sadar bahwa bekerja profesional itu penting," kata Amran.

"Kita ini pelayan masyarakat dan bekerja harus maksimal, tanpa pungli dan tidak dipersulit," tambah Amran lagi.

Amran mengaku bekerja disela libur dan melakukan aktivitas pribadi bukanlah hal sulit. Meski hanya ditemani ajudan dan tanpa pengawalan ketat justru membuatnya semakin gesit saat memantau kinerja pegawai Kementan.

"Kami juga bangga karena dwelling time di Denpasar sama seperti di Tanjung Priok, yakni 0,9 hari. Ini kontribusi dari Balai Karantina," jelas Amran.

Tak hanya itu, Amran menilai pelayanan di BBKP Denpasar juga membaik karena ditandai dengan meningkatnya ekspor. Arahan Presiden Joko Widodo agar sistem Online Single Submission (OSS) diaktifkan agar terjadi akselerasi antara ekspor dan investasi bidang pertanian telah dilaksanakan oleh Kementan.

"Apalagi dengan sistem OSS sesuai arahan Pak Presiden aktivitas ekspor produk pertanian semakin meningkat," papar Amran.

Kata Amran, selain terus memantau kinerja pegawai Kementan, dia juga menjamin bahwa sejumlah aturan yang telah diubah selama ini tujuannya adalah untuk mempermudah aktivitas ekspor. Salah satunya dengan merevisi Permentan Nomor 17/2018 menjadi Permentan Nomor 24/2018 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Dimana rekomendasi ini mengatur juga izin ekspor.

Perubahan aturan di Kementan diakui Amran membuahkan hasil yang positif. Sejumlah penghargaan yang diterima Kementan selama ini menurutnya menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah sangat serius memperbaiki sistem pertanian Tanah Air. Beberapa prestasi Kementan diantaranya, Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama 2018 mencapai Rp 61,58 triliun.

Selain itu dalam kurun waktu tiga tahun terakhir nilai ekspor sektor pertanian meningkat hingga 29 persen atau setara dengan Rp 400 triliun. Tak hanya itu, opini laporan keuangan Kementan di tahun 2016 dan 2017 adalah wajar tanpa pengecualian (WTP). Dan perolehan tersebut baru pertama kali terjadi dalam sejarah Kementan.

"Sekarang semua pegawai Kementan telah profesional dalam bertugas. Ini semua terjadi karena banyak perubahan dan kita juga beri efek jera kepada pegawai yang tidak disiplin," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading