Menteri PUPR: Banyak Manfaat Dari Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

| Sabtu, 23 Maret 2019, 00:40 WIB

Foto/Dok

RMOL. Pekan SDM Ahli Konstruksi Indonesia, Indobuildtech Expo 2019, dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Intakindo 2019 pada Kamis (21/3) di Tangerang, juga diselenggarakan sertifikasi bagi 3.000 tenaga kerja kontsruksi.

Acara yang bertajuk “Establishing Architecture 4.0” di ICE BSD Tangerang tersebut di buka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai dan Ketua Intakindo Djoko Soepriyono.  
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pentingnya bagi Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata di setiap daerah dalam menciptakan perekonomian yang berkeadilan untuk seluruh masyarakat.

“Infrastruktur menjadi dasar atau basis yang cukup untuk mengembangkan berbagai kegiatan di berbagai wilayah yang mungkin sangat jauh dan sangat rumit di Indonesia ini,” ujarnya.

Hingga saat ini jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi sebanyak 8,3 juta orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1,6 juta orang merupakan tenaga ahli konstruksi namun yang memiliki sertifikat kompetensi keahlian (SK) berdasarkan data LPJK Nasional pada tahun 2018 baru mencapai 195.312 orang. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan dengan memiliki sertifikat maka tenaga kerja konstruksi akan mendapatkan sejumlah manfaat.

"Harus ada bedanya antara yang tidak bersertifikat dan yang sudah bersertifikat. Tenaga kerja bersertifikat ada jaminan mutunya sehingga berhak mendapatkan pendapatan lebih. Bukan hanya penghasilan namun juga asuransi. Kalau enggak ada sertifikasi, asuransi enggak mau," ujarnya.

Secara bertahap program sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi terus dilakukan untuk memenuhi target yang dicanangkan sebanyak 512.000 tenaga kerja bersertifikat pada tahun 2019. Jumlah tersebut 10 kali lipat dari rata-rata capaian tahunan program sertifikasi dari 2015-2018, sebanyak 50.000 orang.  Untuk itu, Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) melakukan percepatan program sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi melalui sertifikat elektronik.

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan acara ini bertujuan sebagai ajang peningkatan kemampuan profesional para tenaga ahli di bidang jasa konstruksi di Indonesia, serta promosi dan informasi kemajuan teknologi konstruksi kepada masyarakat, termasuk perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia. 

“Selama 5 hari penyelenggaraan pameran, akan diadakan uji kompetensi tingkat ahli muda kepada 500 orang tenaga kerja yang telah mendaftar secara online,” tutur Syarif.

Dalam rangka mempermudah proses sertifikasi, telah dikembangkan sertifikat elektronik. Sertifikat ini memberikan kemudahan kepada pemiliknya dan ramah lingkungan, serta dapat mencegah pemalsuan sertifikat. Tenaga kerja hanya memerlukan gawai yang dimiliki untuk menunjukkan bukti kompetensinya.

“Setidaknya ada 22 jabatan kerja yang akan dimiliki oleh para tenaga kerja ahli muda yang siap berkarya di konstruksi. Di antaranya sebagai ahli geoteknik, ahli  manajemen konstruksi, ahli manajeman proyek, ahli K3 Konstruksi, ahli keselamatan jalan, ahli teknik jembatan, ahli teknik bendungan besar, ahli arsitek, dan ahli muda perencanaan wilayah dan kota,” ujarnya. 

Kementerian PUPR bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan Ikatan Nasional Tenaga ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) menggelar pameran kontruksi mulai 20-24 Maret 2019 di ICE BSD Tangerang.
Selain itu juga diselenggarakan acara seminar, workshop, diskusi panel ahli konstruksi, dan presentasi produk yang diikuti oleh para pengusaha dari dalam dan luar negeri, serta asosiasi badan usaha, profesi, lembaga pendidikan. Asosiasi profesi yang hadir diantaranya Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ikatan Ahli Perencana (IAP).

Pameran akan diisi dengan 40 sesi workshop tentang konstruksi yang diperkirakan dihadiri oleh 4.000 orang, 70 karya ilmiah, dan 192 program forum bisnis yang diikuti oleh 9.600 peserta.

Selain itu, ada pula 640 stan pameran konstruksi. Setidaknya ada 10 perusahaan internasional turut memamerkan produk unggulan berteknologi terbarukan di bidang konstruksi, terutama yang telah mengadaptasi 4.0, yakni Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, Taiwan, China, Turki, Italia, Mesir dan New Zealand.

Turut hadir Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Penyediaan Perumahan, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, Plt. Kepala Balitbang Lukman Hakim, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Hubungan Antar Lembaga Luthfiel Annam Achmad, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Mohammad Zainal Fatah, Kepala BPJT Danang Parikesit, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. []

Artikel Lainnya

Tingkatkan Hunian Layak Di Sumbar, 11.327 Unit Rumah Dibedah

Tingkatkan Hunian Layak Di Sum..

Jumat, 12 April 2019
Tol Paspro Dukung Kelancaran Logistik Dan Akses Ke Kawasan Wisata

Tol Paspro Dukung Kelancaran L..

Kamis, 11 April 2019
Menteri Basuki: Aspal Karet Bikin Kualitas Jalan Lebih Bagus

Menteri Basuki: Aspal Karet Bi..

Kamis, 11 April 2019
Rekonstruksi RS Di Sulteng, PUPR Gunakan Teknologi Canggih

Rekonstruksi RS Di Sulteng, PU..

Selasa, 09 April 2019
Kementerian PUPR Bangun Huntap Untuk Korban Gempa Sulteng

Kementerian PUPR Bangun Huntap..

Senin, 08 April 2019
PUPR Genjot Perbaikan Saluran Air Bersih Di Sulteng

PUPR Genjot Perbaikan Saluran ..

Senin, 08 April 2019
Kementerian PUPR Bangun Tanggul Di Palu Untuk Cegah Banjir

Kementerian PUPR Bangun Tanggu..

Senin, 08 April 2019
Penghargaan Predikat Sangat Baik Buat Kementerian PUPR

Penghargaan Predikat Sangat Ba..

Jumat, 29 Maret 2019
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat