WAWANCARA

Mobil Pinjaman Chef Hernawan Untuk Prabowo Bikin Heboh

Jumat, 15 Maret 2019, 10:29 WIB

Foto/Net

RMOL. Mobil yang digunakan Prabowo berkampa­nye di Cianjur, Jawa Barat, menuai polemik. Heboh. Pasalnya, kendaraan tersebut milik Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hernawan.

Chep mengatakan, penggunaan mobil ber­pelat nomor B 264 RIS tersebut merupakan sumbangsih darinya untuk Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Total ada delapan unit mobil yang dia pinjamkan kepada kubu pasangan calon nomor urut 2, untuk digunakan berkam­panye.

Kendaraan tersebut menjadi polemik karena Chep mengaku pernah beberapa kali mem­berangkatkan orang ke Suriah. Menurut dia, kebanyakan dari warga Indonesia yang ia berangkatkan berasal dari Jawa.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

Ia mengaku menghabiskan duit hampir Rp 1 miliar untuk memberangkatkan mereka. Ala­san Chep melakukan pendanaan pemberang­katan orang-orang ke Suriah, lantaran ia ingin menyalurkan keinginan banyak warga untuk berjihad.

Menurut dia, hal itu dilakukannya guna mencegah orang-orang tersebut membuat ulah di dalam negeri. Kedati mengaku mengirim orang ke Suriah, Chep membantah dirinya terli­bat dalam tindakan terorisme.

Lantas, bagaimana penjelasan Badan Peme­nangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-San­diaga Uno terkait polemik ini? Apakah Chep sendiri memiliki hubungan dengan Prabowo sehingga mau meminjamkan mobilnya? Ba­gaimana pula pandangan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin? Berikut penuturan lengkapnya.

Habiburokhman: Jangan Dibiasakan Cari-cari Kesalahan

Gara-gara mobil yang digunakan saat kampanye di Cianjur, Prabowo- Sandi jadi dikaitkan dengan ISIS. Bagaimana tanggapan BPN?

Saya pikir, jangan mengada-ngada ya. Kalau memang orang itu terlibat dengan ISIS, pasti sudah ditangkap sejak jauh-jauh hari. Jangan dibiasa­kan mencari-cari kesalahan orang. Lalu, mempersoalkan hal yang sebet­ulnya tidak ada masalahnya, hanya karena berbeda pilihan politik. Tidak boleh begitu.

Seharusnya bagaimana?

Berpolitik itu kan kita mengadu visi-visi. Misalnya kemarin ada yang menggoreng, ada yang memframing bahwa Pak Prabowo kasar, ternyata itu justru karena Pak Prabowo mem­bela rakyat. Cara-cara seperti itu, menurut saya, mempermalukan diri mereka sendiri. Lama-lama begitu. Kita bicara ISIS itu harus bicara hukum ya.

Jika tudingan itu benar, bagaimana dong?

Ada undang-undang yang melarang seseorang terlibat tindak terorisme. Kalau dia memang benar-benar ter­libat, pasti sudah ditangkap. Kalau ngomong tidak berdasarkan fakta, cuma berdasarkan asumsi-asumsi subjektif, ya begitu, nyinyir. Nyinyir dalam arti sebenarnya, ya yang seperti itu.

Maksud Anda, masalah mobil ini hanya upaya untuk men­jatuhkan nama Prabowo?
Iya. Pak Prabowo mudah-mudahan dalam lindungan Allah. Digoreng sana-sini, tapi enggak termakan juga. Kayak kemarin, mau digoreng soal kasar, ternyata enggak.

Akhirnya mereka jadi panik sendiri, bingung mau gorengnya bagaimana. Sebagai orang baik, semoga Pak Prabowo selalu dalam lindungan Allah SWT.

Apakah BPN yakin Chep tidak terlibat tindak teror­isme?

Secara pribadi, kami tidak ada masalah, lalu in­stitusin­ya juga enggak ada masalah. Makanya kami bin­gung, kok mereka itu seperti enggak ada kerjaan.

Mencari-cari, kemudian memfitnah seperti itu. Seperti yang saya bilang tadi, kalau memang dia terlibat, pasti sudah ditangkap kok. Apalagi ada juga, orang-orang yang memfitnah Pak Prabowo, dengan segala macam tuduhan.

Prabowo apakah punya hubungan baik dengan Chep Hernawan?

Soal itu kami enggak tahu. Yang kami tahu, Chep Hernawan salah satu pendukung kami. Pendukung kami itu kan banyak.

Tapi kalau memang enggak ada hubungan, kok mobilnya bisa di­pakai buat kampanye?
Biasanya kalau untuk acara be­gitu, panitia lokal yang mengurus. Kami dari pusat, mana ngerti yang begitu-begitu. Tapi sebetulnya, ada hubungan atau enggak, itu enggak penting. Itu kan dia bukan orang yang bersalah. Kalau dia tersangkut ISIS, pasti sudah ditahan.

Apakah BPN tidak khawatir, peminjaman mobil itu akan ber­pengaruh terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi?
Sekarang kan rakyat sudah cerdas. Semakin ada yang menggoreng, ma­ka akan semakin blunder. Akibatnya, justru suara mereka yang akan turun. Kalau buat kami, justru hal ini se­makin memperkuat perolehan suara kami nanti.

Apakah BPN punya strategi khusus mengingat waktu pemilihan sudah tinggal sebulan lagi?
Enggak ada kayaknya. Strategi kami paling hanya memaksimalkan saja kegiatan turun ke grasroot, me­nemui masyarakat. itu saja strategi kami.

Ace Hasan Syadzily: Kita Seharusnya Jaga Jarak Dengan GARIS
  Prabowo menggunakan mobil ketua Gerakan Reformis Islam (GARIS) saat kunjungan ke Cianjur... Secara pribadi, saya merasa, bahwa kita semua, seharusnya jelas menjaga jarak terhadap aliran sep­erti ini. Aliran (GARIS) ini diduga bertentangan dengan prinsip NKRI dan politik kebangsaan kita. Kita tahu, GARIS itu diduga eks dari pendukungnya ISIS.

Penilaian Anda atas pemakaian mobil itu oleh Prabowo?
Itu memperlihatkan Prabowo san­gat pragmatis dalam mencari dukun­gan politik. Siapapun akan diterima tanpa ada kontrak ideologis mengenai apa yang dia perjuangkan.

Itu kan sama saja mengambil apapun, yang penting meraih suara terbanyak tanpa mempertimbangkan nilai-nilai apa yang diperjuangkan.

Maksud Anda, Prabowo hanya mementingkan kemenangan?
Iya. Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo berpikirnya elektoral saja. Yang penting mendapatkan tambahan suara saja. Sangat pragmatis dengan mengesampingkan prinsip kemaje­mukan.

Dia lebih mengakomodasi kepent­ingan semua kelompok asal mau memberi dukungan elektoral. Tak penting prinsip-prinsip politik ke­bangsaan yang dimilikinya.

Ini juga menjadi sinyal, dari segi karakter pendukung, jelas antara pendukung kami dengan pendukung pasangan 02 berbeda. Pendukung kami jelas-jelas memiliki karak­ter pemilih yang mengedepankan pandangan keagamaan yang lebih inklusif dan moderat. Kami lebih moderat daripada kelompok bekas pendukung ISIS dan sebagainya.

Penilaian Anda, apa motif du­kungan GARIS ke Prabowo?
Saya tidak tahu motif pastinya apa, sehingga ada mantan ISIS di Indonesia memberikan dukungan ke Prabowo. Mungkin ada ekspek­tasi di tangan Prabowo akan diterima dibandingkan dengan Jokowi.

Konkretnya?
Bisa juga dukungan itu karena mereka akan diberikan jaminan untuk hidup di Indonesia. Karena selama ini, pemerintahan Jokowi dibilang anti Islam. Padahal, kami bukan anti Islam, kami anti yang faham khilafah.

Intinya, dukungan ada apa-apanya. Logikanya, mana mungkin mau mendukung Prabowo tanpa ada kepentingan politik atau deal-deal tertentu.

Kekhawatiran Anda?
Yang kami kha­watirkan, kelompok garis keras mendu­kung Prabowo, men­jadi penumpang gelap terhadap kepentingan politik dalam Pilpres ini.

TKN khawatir Prabowo menang?
Kami sama sekali tidak khawatir. Kami yakin masyarakat Indonesia pada umumn y a mencintaiIslam yang damai, moderat. Kita tahu secara populasi, organisasi moderat seperti NU dan lainnya lebih besar dibandingkan organiasi seperti GARIS. Islam moderat jus­tru lebih menunjukkan Islam kein­donesiaannya.

Anda menilai peristiwa ini seperti apa?

Mereka harus mencari dukungan kepada siapapun yang menghasil­kan suara, sehingga siapapun, or­ganisasi apapun yang memberikan dukungan kepada mereka, meski bertentangan dengan prinsip ke­bangsaan, tidak dihiraukan. Yang penting jadi suara. ***

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading