MPR Berharap Parpol Dan Caleg Berperan Menolak Hoax

Senin, 25 Februari 2019, 17:10 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Daniel Johan/RMOL

RMOL. Informasi bohong alias hoax masih menjadi momok menjelang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan  presiden (Pilpres) 2019.

Untuk itu, Anggota MPR RI dari Fraksi PKB Daniel Johan meminta penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan aparat untuk cepat mengantisipasi beredarnya hoax di satu setengah bulan menjelang Pemilu 17 April.

Kalau itu tidak bisa dilakukan, dikhawatirkan hoax bisa memecah belah masyarakat.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"Hoax terus masih masif akhir-akhir ini dan lebih banyak merugikan Jokowi-Maruf. Karenanya penyelenggara Pemilu dan aparat harus bertindak tegas, agar tidak memecah-belah masyarakat," tegas Daniel pada dialog Empat Pilar MPR dengan tema "Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat" di Media Center DPR, Jakarta, Senin (25/2).

Pembicara lainnya adalah pakar komunikasi politik Lely Arriane.

Selain itu, pihaknya berharap agar seluruh caleg termasuk parpol harus menjalankan fungsi dan perannya di masyarakat dengan menolak hoax. Menurut dia, masih cukup waktu untuk menolak hoax.

"Jadi, dalam sisa waktu satu setengah bulan ke depan seluruh elemen masyarakat harus kompak tolak hoax," ujarnya.

Daniel menambahkan, hoax dapat mempengaruhi psikologis masyarakat dan menjadi apatis terhadap politik, utamanya Pemilu 2019 yang sudah di depan mata.

"Yang kita khawatirkan hoax yang membenturkan warga dengan warga yang pada akhirnya merugikan Jokowi sebagai incumbent," demikian Daniel. [rus]
Tag:

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading