Gratiskan Warga Petik Cabai Bukan Berarti Petani Putus Asa

Senin, 11 Februari 2019, 20:40 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Kebun cabai milik petani Sukirman/RMOL

RMOL. Petani cabai asal Pilangsari, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sukirman memberikan hasil tanamnya secara cuma-cuma kepada warga sekitar.

Tanaman cabai ditanam Sukirman di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

"Iya saya memang gratiskan untuk warga, silakan dipetik sendiri. Tapi cuma 1.000 meter persegi, itu juga karena memang mau saya bongkar dan tanam cabai yang baru. Jadi bukan karena putus asa, sama sekali bukan," jelasnya, Senin (11/2).

Menanggapi langkah Sukirman, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sragen Suwito mengakui jika harga komoditas itu di tingkat petani fluktuatif.

Pada musim panen sebelumnya, petani menikmati kisaran harga yang lumayan sehingga tidak ada istilah rugi besar.

"Menurut saya wajar, musim ini harga kurang bagus. Tapi di musim panen sebelumnya harga relatif stabil, masih ada margin keuntungan," jelasnya.

Lalu bagaimana dengan aksi petani Sragen yang menggratiskan cabainya, menurut Suwito hal itu karena sudah menjelang habis masa panen. Sehingga lahan cabai hendak dibongkar, apalagi dengan luas yang terbatas.

"Tapi masyarakat petani kami masih bersyukur, setidaknya hal-hal seperti ini menjadi momen untuk kami semua untuk saling berintrospeksi. Bahasa kerennya ya beginilah dunia budidaya cabai. Ada kalanya untung segunung, ada kalanya pula impas, semua wajib disyukuri," paparnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian M. Ismail Wahab berharap petani tidak mudah putus asa dalam berbudidaya cabai. Bukan berarti saat harga lagi murah, petani putus asa sehingga tidak mau merawat dan menanam lagi.

"Ini yang sebenarnya kita jaga. Keberadaan tanaman cabai tetap harus kita jaga, kan dipanen tiga sampai empat bulan ke depan. Insya Allah kalau kita tetap semangat, harga bisa lebih menjanjikan di musim panen mendatang," ujar Ismail.

"Yang utama kita tetap jaga pertanaman dan kita pelihara pertanaman," lanjutnya.

Menurut Ismail, Kementan terus berupaya mencari solusi konkret untuk menangani harga cabai. Beberapa solusi mulai dari pengawalan penurunan biaya kargo pesawat sampai menjembatani dengan industri olahan sudah dilakukan.

"Seperti kejadian di Sragen, petani membebaskan warga untuk memetik, itu baik. Tapi bukan berarti petani putus asa," katanya

Ditambahkan Ismail, beberapa waktu panen sebelumnya bisa jadi petani sudah memperoleh harga yang bagus. Sedangkan saat ini terkendala dengan ongkos tenaga kerja yang lumayan mahal, tenaga kerjanya pun langka.

"Saya yakin petani sudah mengenal bahkan paham soal manajemen pola tanam, tinggal kita kawal penerapannya di lapangan. Ini penting sekali untuk stabilisasi pasokan dan harga cabai," imbuhnya. [wah]

Kolom Komentar


Video

Prabowo: Kita Menang, Jangan Lengah!

Rabu, 17 April 2019
Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
loading