Ahok Di PDIP Berpeluang Pecah Belah Koalisi Jokowi-Maruf

Senin, 11 Februari 2019, 10:54 WIB | Laporan: Faisal Aristama

Megawati Soekarnoputri, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat/Net

RMOL. Keputusan mantan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berlabuh di PDI Perjuangan diyakini akan mengalami benturan dengan figur cawapresnya Jokowi, Maruf Amin.

Sebab, loyalis Ahok belum sepenuhnya sembuh dari "luka menganga" sebagai residu pertarungan dan benturan politik yang sangat keras pada Pilkada DKI 2017 silam.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Bung Karno Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/2).

"Terdapat potensi benturan kepentingan di internal pendukung Jokowi yang masih belum sepenuhnya bisa menerima dipilihnya Maruf Amin sebagai calon wakil presiden," ujar Pangi.

Pangi menganalisa, benturan ini berpotensi memecah belah koalisi Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 jika tidak di-manage dengan baik oleh Tim Kampanye Nasional pasangan calon nomor urut 01.

"Berpotensi memecahkan konsentrasi dan berpeluang menjadi bibit konflik," kata Pangi.

Pangi mengingatkan, TKN Jokowi-Maruf di daerah Jawa Timur sudah memberi sinyal menolak Ahok.

"Khususnya daerah yang sudah punya tokoh seperti Maruf Amin sebagai vote getter," terangnya. [wid]

Kolom Komentar


Video

Prabowo: Kita Menang, Jangan Lengah!

Rabu, 17 April 2019
Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
loading