Kementan Terus Berupaya Wujudkan Lumbung Pangan Dunia 2045

Senin, 11 Februari 2019, 10:12 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Pembekalan CPNS Kementan/RMOL

RMOL. Kementerian Pertanian terus berupaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Untuk itu, Kementan menjalankan beberapa program unggulan.

Kepala Biro Perencanaan Kementan, Abdul Basit menjelaskan, salah satu program utama dari Kementan adalah menyiapkan 1 juta orang petani milenial. Hal itu dilakukan karena petani saat ini telah berusia tua dan mulai berkurang jumlahnya.

"Kalau tidak diprogramkan, ke depan kita akan sulit menyediakan pangan," kata Basit saat memberikan arahan dan pembekalan kepada ratusan CPNS Kementan Formasi 2018 di Auditorium F, Kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Senin (11/2).

Program unggulan lainnya, lanjut Basit, yakni memberikan bantuan ke para petani. Misalkan dengan memberikan bantuan 50 ternak ayam, bibit tanaman dan sayur-sayuran.

"Umunya nanti dalam 4 sampai 5 bulan dapat menghasilkan ayam yang bertelur dalam jangka pendek, jangka panjang dapat juga menghasilkan tanaman dari bibit holtikultura," harapnya.

Program unggulan lainnya adalah menyelamatkan rawa dan mensejahterakan petani (serasi). Diharapkan rawa-rawa di negeri ini seperti di Jambi, Riau, Lampung, Kalteng, Kalsel, Sumsel, Sulsel bahkan Papua mampu dijadikan sebagai lahan produktif.

"Ini paling tidak bisa ditanami dua kali setahun," tandas Basit.

Kemudian, imbuhnya, yakni modernisasi pertanian. Yang mana setiap tahun Kementan akan mendistribusikan alat-alat pertanian seperti traktor, bahkan konselor dan lain-lain.

"Tentu saja ini program yang harus dilakukan karena tanpa alat maka kita akan selalu kekurangan tenaga kerja dan tidak efisien," tambahnya.

Program unggulan selanjutnya, yakni program sapi indukan wajib bunting. Dalam program ini tidak boleh ada sapi usia produktif yang tidak bunting.

"Targetnya yang 4 juta ekor per tahun, biasanya yang bunting tak sampai segitu biasanya 3 juta," urai Basit.

Kemudian program kawasan rumah pangan lestari. Yang mana meski negara ini merupakan negara agraris, bukan berarti lahan pertanian sangat berkecukupan.

"Oleh karena itu untuk mengatasi ini dengan pemanfaatan lahan," pungkas Basit.

Dijadwalkan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga akan memberikan arahan dan pembekalan kepada para CPNS Kementan. [rus] 

Kolom Komentar


Video

Prabowo: Kita Menang, Jangan Lengah!

Rabu, 17 April 2019
Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
loading