Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Pemerintah Kesulitan Menyadarkan Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

PUPR / RABU, 30 JANUARI 2019 , 18:00:00

Pemerintah Kesulitan Menyadarkan Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

Dirjen SDA Hari Suprayogi/RMOL

RMOL. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui cara hulu non struktural untuk mengantisipasi banjir sulit diterapkan di masyarakat.
Menurut Dirjen Sumber Daya Alam (SDA) Hari Suprayogi, langkah struktural tidak cukup dilakukan sehingga diperlukan cara non struktural seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Namun hal itu sulit diterapkan.

"Menyadarkan buang sampah saja susahnya setengah mati. Percuma kalau saya bangun secara struktural begitu saja tidak akan bertahan lama, bentar lagi sedimen, bentar-bentar sampah menumpuk," jelasnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (30/1).

"Struktural maupun non struktural harus dikombinasikan dua-duanya harus berjalan, yang struktural yang harus dengan membangun itu (prasarana sungai). Karena kalau dengan membangun itu itu cepat, dan bisa menanggulangi," tambah Hari.

Dia juga menyayangkan bahwa kondisi sungai saat ini ibarat seperti kopi susu, padahal komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sudah dilakukan.

"Rapat berkali-kali bahkan dari tahun dahulu kala juga sudah," kata Hari.

Polemik itu juga bercermin dari Sungai Ciliwung dan kondisi Puncak, Jawa Barat.

"Tapi kan kepentingan beda-beda, contoh Sungai Ciliwung, contoh Puncak itu kan sedimen tanah dan buat villa, dan izin bagaimana, pemda kan," demikian Hari. [wah]


Komentar Pembaca