Kementan Gandeng Investor Serap 150 Ton Buah Naga Petani Banyuwangi

Selasa, 22 Januari 2019, 00:30 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Buah naga petani Banyuwangi/Kementan

RMOL. Kementerian Pertanian menggandeng tiga investor untuk menyerap buah naga hasil petani di Banyuwangi sebanyak 150 ton.

Hal itu merupakan langkah nyata pemerintah agar petani semakin untung karena Banyuwangi merupakan sentra produksi buah naga.

"Banyuwangi merupakan sentra buah naga. Memasuki tahun 2019 produksi cukup meningkat pesat, sehingga over produksi," jelas Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi di Jakarta, Senin (21/1).

Adapun harga buah naga normalnya berkisar Rp 5000- Rp 6000 pe kilogram. Karenanya, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mendorong investasi dan perusahaan bermitra dengan petani, Kementan berperan aktif dan cepat guna membantu petani agar mendapatkan keuntungan.

Kementan melalui Ditjen Hortikultura telah sepakat dengan tiga perusahaan yaitu PT Lumbung mineral, PT Aneka Pangan Bergizi dan CV Luhur untuk menyerap buah naga langsung dari petani.

"Kontrak pembelian tiga perusahaan telah ditandatangani sebanyak 20 truk atau sekitar 150 ton. Tim kami turun ke Banyuwangi menggandeng tiga perusahaan, langsung tanda tangan nota kesepahaman dengan petani," tutur Suwandi.

Kontrak pembelian 150 ton buah naga tersebut dilakukan oleh tiga perusahaan. Total 20 truk dan direalisasikan mulai besok pagi. Penandatangan kontrak dilakukan di Kantor Dinas Pertanian Banyuwangi, Minggu malam (20/1).

"Dengan kontrak penyerapan 150 ton tersebut diharapkan sangat membantu petani dalam pemasaran, ada kepastian pasar dan harga," kata Suwandi.

Sementara itu, terkait video yang viral mengenai pembuangan buah naga ke sungai ternyata adalah buah naga yang reject atau tidak layak konsumsi.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Agus Widya Putra, pedagang buah naga Banyuwangi yang juga membuang buah tersebut.

"Saya meminta maaf kepada semua warga dan penonton yang sudah menonton video saya yang sudah viral tentang pembuangan buah naga. Buah naga yang dibuang itu bukanlah yang bagus tapi yang tidak layak konsumsi, sudah mencair," kata Agus.

Agus menekankan bahwa selama ini buah naga apkir atau reject dibuang. Jadi, dia meminta maaf kepada pihak-pihak tertentu karena tindakannya tidak beretika dan bisa mencemari lingkungan.

Kabid Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Dinas Pertanian Banyuwangi Choiri menambahkan, saat ini buah naga grade A dan B sudah jelas pasarnya. Petani dan pengusaha telah menyepakati kontrak pembelian 150 ton dan pengiriman mulai 21 Januari.

"Kemitraan ini menjamin pasar semakin lancar dan harga terjamin bagus. Ini harus berkelanjutan," imbuhnya. [wah] 

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading