Luncurkan Santri Tani Milenial, Amran Didaulat Jadi Bapak Santri Nasional

Senin, 21 Januari 2019, 00:16 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Menteri Amran bersama santri/Kementan

RMOL. Kementerian Pertanian akan meluncurkan Program Santri Tani Milenial. Sebagai upaya kepedulian pemerintah terhadap kaum muda, terutama kelompok santri.

"Diharapkan para santri memiliki kemampuan usaha bertani maupun beternak sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka," demikian disampaikan Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri dalam keterangannya, Minggu (20/1).

Dia menjelaskan, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Santri Tani Milenial merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap perjuangan santri dan kiai yang selama ini menjadi bagian terdepan dalam berjuang melawan penjajah. Peluncuran program direncanakan akan digelar di Tasikmalaya.

Menurut Boga, terpilihnya Tasikmalaya karena dikenal sebagai daerah yang banyak dihuni santri.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum merespon positif program yang diusulkan Menteri Amran tersebut. Menurutnya, Santri Tani Milenial bisa membangun kemandirian santri.

"Saya sangat berterima kasih kepada menteri pertanian yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kelompok santri. Dengan program ini, kami yang lahir dari kalangan pesantren dan termasuk santri merasa bangga atas perhatian pak menteri. Karena itu, kami nobatkan beliau sebagai bapak santri nasional," tuturnya saat berkunjung ke Tasikmalaya, Rabu lalu (16/1).

Sebagai bagian dari Santri Tani Milenial, pemerintah akan memberikan beragam bantuan, antara lain bibit ayam, traktor, dan benih tanaman.

"Bantuan akan diberikan sesuai dengan kebutuhan santri di setiap daerah. Forum pesantren yang akan merapatkan bentuk bantuannya," terang Uu. 

Lebih lanjut, Uu mengajak kaum santri untuk bertani atau bercocok tanam.

"Santri tidak hanya memiliki karakter keimanan dan ketakwaan, santri juga harus bisa dalam bidang pertanian," katanya. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading