Dr. H. Oesman Sapta

KPU, Ubahlah Format Debat Pilpres!

Politik  SABTU, 19 JANUARI 2019 , 00:15:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Desakan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memformulasikan format dan konsep debat capres-cawapres yang baru makin menguat. Di debat perdana kemarin performa kandidat tidak maksimal lantaran format dan konsep debat mengkungkung dan memagari paslon mengungkapkan gagasan besar.

"Saya cuma mau pesan kepada KPU dan kedua tim sukses jangan terlalu khawatir akan kemampuan kedua paslon. Keempatnya putra terbaik bangsa dan mereka punya kemampuan dan wawasan yang sangat baik," ujar anggota DPD RI Fahira Idris kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/1).

Format debat perdana, menurutnya, membuat keempat kandidat seperti terpaku pada daftar pertanyaan dan jawaban yang sudah memenuhi pikiran mereka. Gagasan mereka semakin tenggalam saat pertanyaan para penelis tidak tajam dan sangat normatif ditambah debat antarpaslon yang banyak keluar konteks dan tema.

Jika debat-debat berikutnya disajikan seperti debat perdana kemarin, Fahira khawatir banyak pemilih yang tidak tergerak hatinya untuk memilih. Kondisi seperti ini akan jadi kerugian besar bagi bangsa ini.

"Debat pilpres adalah salah satu referensi utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia sebelum menentukan pilihannya dalam bilik suara. Konsep dan format debat pilpres yang bisa 'memaksa' capres/cawapres mengeluarkan gagasan besar dan mampu menyakini rakyat akan gagasannya adalah titik awal keberhasilan gelaran Pilpres 2019," tuturnya.

Fahira berharap betul pada debat-debat berikutnya terjadi perubahan-perubahan teknis yang walau kecil tetapi sangat menganggu rakyat yang menonton lewat televisi.

"Ubahlah teknis debat menjadi lebih kondusif. Tidak perlu terlalu banyak orang menonton di dalam ruang debat. Cukup paslon, beberapa tim sukses, tokoh-tokoh bangsa, ditambah perwakilan masyarakat. Debat kemarin terlalu 'ramai' baik orang maupun suara pendukung. KPU bisa sediakan layar besar diluar ruangan debat untuk tim sukses dan pendukungnya nonton bersama," pungkas Fahira Idris.[dem]
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00