ROAD TO SENAYAN

Nasir Djamil, Berawal Dari Modal Sosial Bertarung Di Dapil Rock N Roll

Selasa, 08 Januari 2019, 17:41 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Nasir Djamil/Net

RMOL. Menjadi Anggota DPR sejak tahun 2004 dan kerap tampil di layar kaca, membuat politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menjadi andalan baik di komisi, fraksi maupun daerah asalnya.

Pria berusia 47 tahun itu sejak 1999 juga pernah duduk di DPR Provinsi Aceh. Sehingga ketokohan dan bakat politiknya sudah mengalir sejak muda.

Ditemui di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya 35, Jakarta, Selasa (8/1), Nasir menceritakan dengan seksama pengalaman dan kisah hidupnya sejak menjadi anggota DPR.

"Di tengah-tengah demokrasi tercemar denganuang, transaksional dan lain sebagainya alhamdulillah tiga kali saya masih dipercaya masyarakat. Sebenarnya yang harus diingat oleh para caleg itu mengumpulkan modal sosial bukan modal finansial," ucap Nasir.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini bukan berarti modal finansial tidak dibutuhkan namun yang utama tetap modal sosial.

"Kalau modal sosial kita kuat maka akan mengurangi modal finansial kita," imbuhnya.

Nasir yang selama ini maju dari Dapil I Aceh meliputi meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, Aceh Tenggara dan Gayo Lues, berganti tugas untuk maju dari Dapil II Aceh di tahun 2019 ini.

Dapil Aceh II terdiri dari Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

Pria yang masa remajanya sempat menjadi vokalis band ini mengaku di Dapil II Aceh ini lebih keras pertarungannya. Apalagi dirinya kalau istilah petani tidak pernah membajak, menanam dan memanen padi di sana.

"Sekarang saya ditugaskan di Dapil Aceh II,  jadi ini tantangan juga buat saya. Tantangannya karena ini daerah baru dan Dapil Aceh II ini juga disebut-sebut sebagai daerah rock n roll, jadi emang banyak harus goyang dikit karena bergoyang dengar lagu-lagu bergenre rock n roll," selorohnya.

Karena sudah tiga kali menang di Dapil Aceh I, pindahnya Nasir ke Dapil Aceh II banyak diapresiasi oleh para caleg dari partai lain di Dapil Aceh I.

"Teman-teman di Dapil 1 dari partai lain itu memberi apresiasi. Dia bilang berani sekali saya pindah Dapil," imbuhnya.

Namun dia yakin selama masih memiliki modal sosial yang kuat maka dimana pun tempat bisa berhasil. Hal itu sudah dibuktikan olehnya setelah tiga periode menjadi anggota DPR RI.

"Apa yang sudah kami lakukan tentu sesuai dengan fungsi-fungsi legislatif. Tapi di luar itu melakukan advokasi kepada masyarakat di daerah pemilihan, ada yang sukses dan ada yang tidak. Bagi saya martabat negara ada di penegakan hukum kalau penegakan hukumnya baik, martabat negara di mata masyarakat semakin membaik," pungkasnya. [rus]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading