ROAD TO SENAYAN

Syaifullah Tamliha, Masih Ngebet Perjuangkan Pangkalan Militer Di Papua

Kamis, 03 Januari 2019, 13:32 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha/Net

RMOL. Mitra kerja Komisi I DPR di antaranya yakni Kementerian Pertahanan dan TNI penting untuk dibangun agar optimal dalam menjaga kedaulatan di setiap jengkal tanah NKRI.

Komitmen itu yang diemban oleh anggota Komisi I DPR Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha. Selama delapan tahun berada di Komisi I, anggota DPR dari Dapil Kalimantan Selatan I ini terus memperjuangkan adanya pangkalan militer terintegrasi di Papua.

"Ya saya masih berharap adanya pangkalan militer dengan konsep tri matra terpadu di Papua. Karena kita lihat sudah sejak lama daerah itu sangat rawan," ujar Tamliha kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/1).

Alumnus Universitas Lambung Mangkurat ini menjadi anggota DPR sejak tahun 2009. Dua tahun berada di Komisi IV, Tamliha juga konsisten memperjuangkan masyarakat di Dapil terutama terkait dengan pertanian dan perikanan.

Kemudian dipindah ke Komisi I, Tamliha berharap juga nantinya akan menempati komisi ini karena banyak hal-hal yang belum dicapai. Salah satunya terkait pangkalan militer di Papua dan anggaran BIN yang belum memadai.

“Ya kita tahu BIN itu mata telinga buat presiden tapi kala lihat anggarannya sekarang masih jauh dari yang semestinya,” bebernya.

Kemudian, adanya menara BTS untuk masyarakat dapilnya di sekitar kaki Gunung Meratus yang hingga kini masih sulit dengan signal handphone juga terus diperjuangkannya.

"Saya sudah meminta kepada Keminfo agar dibangun menara BTS di sekitar Meratus. Lebih dari 70 tahun masyarakat sana belum merasakan pembangunan. Kemudian walaupun jalan Trans Kalimantan sudah selesai tapi saya juga belum puas karena belum merambah ke kabupaten," imbuhnya.

Sebagai ketua DPP PPP, dia juga berkewajiban untuk mengkampanyekan keberhasilan Presiden Joko Widodo yang sejalan dengan misi pribadinya.

"Ya ini kan perintah partai jadi saya juga harus mengkampanyekan Pak Jokowi karena banyak yang sejalan juga dengan bidang saya di Komisi I," demikian Syaifullah Tamliha. [rus]

Kolom Komentar


loading