Papua Siap Jadi Lumbung Pangan Pertanian Nasional

Jumat, 14 Desember 2018, 05:15 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Foto/RMOL

RMOL. Wilayah perbatasan merupakan beranda sebuah negara serta gambaran awal sosok sebuah negeri yang besar.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian, Haris Syahbuddin mengatakan pemerintah sangat serius dalam menangani perbatasan sebagaimana yang tertuang Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Badan Litbang Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi pertanian mengemban tugas mulia, mewujudkan swasembada pangan melalui penerapan inovasi teknologi pertanian yang spesifik dan kompatible pada berbagai wilayah," ungkapnya di Jakarta, Kamis (13/12).
Partai Berkarya

Kata Haris, untuk membangun perbatasan, pihaknya membentuk program bernama Lumbung Pangan Berbasis Ekspor di Wilayah Perbatasan (LPBE-WP). Saat ini terdapat lima provinsi yang menjadi pionir pengembangan kegiatan ini, di antaranya Kepulauan Riau di Kabupaten Lingga, Karimun dan Natuna. Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas, Sintang, Sanggau, Bengkayang dan Kapuas Hulu. Kemudian Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, Papua di Merauke, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Malaka dan Belu.

"Kami membutuhkan dukungan Pemda selain kebijakan penganggaran, juga komitmen jaminan status lahan untuk tidak terjadi alih fungsi dari pertanian ke sektor lain," ungkap Haris.

Untuk wilayah Merauke, lanjutnya, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Papua sebagai penanggung jawab program ini. Area yang akan dijadikan percontohan terdapat di Kota Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Keerom, Boven Digoel, dan Merauke.

"Menjadikan Merauke sebagai daerah lumbung pangan bukanlah isapan jempol, sejarah mencatat perjalanan panjang pertanian semi modern Merauke sejak jaman Belanda melalui Proyek Padi Kumbe yang saat itu menargetkan pemenuhan pangan untuk kawasan Asia Pasifik," ungkap Haris.

Berkaitan dengan hal tersebut, masih kata Haris, tanggal 11 Desember 2018 lalu dilaksanakan rapat koordinasi dan FGD di Kantor Dinas Pertanian Merauke yang dihadiri oleh Kepala BPTP Papua, Muhammad Thamrin, Kepala Dinas Pertanian Merauke Edi Santoso, Anggota Tim Perbatasan Nasional, Bachtar Bakri, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Merauke, Muhammad Musdar, Kepala Sub Divre Bulog Merauke, Yudi Wijaya, Staf Dosen Universitas Musamus, Politeknik Yasanto, serta Mantri Tani dari Distrik sentra padi.

Diwawancarai terpisah, Kepala BPTP Papua, Thamrin mengatakan dalam dua tahun terakhir pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dalam mendukung program swasembada pangan di daerah perbatasan berupa diseminasi dan pendampingan teknologi padi organik, jagung hibrida-komposit, ayam KUB serta kegiatan TOT teknologi pertanian pada lima kabupaten yang berbatasan dengan PNG.

Meskipun Merauke berada di ujung timur Indonesia, Thamrin menegaskan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi besar menjadi daerah swasembada pangan karena didukung dengan lahan yang luas,  kesuburan tanah, serta semangat tinggi dari para petani.

"Tahun 2018 produktifitas padi mengalami peningkatan dari 4,36 t/ha menjadi 6,06 t/ha," ungkapnya,

Ia juga mengakui bila peningkatan produktivitas tersebut merupakan bukti nyata kontribusi teknologi Balitbangtan berupa introduksi varietas unggul baru (VUB), cara budidaya padi serta teknologi lainnya yang menyertai.

"Pada sisi lain dukungan Kementerian PUPR dalam membenahi infrastruktur pengairan, semakin mendekatkan terwujudnya upaya peningkatan indeks pertanaman di Merauke," tambah Thamrin.

"Kita hanya bisa berhasil jika saling berkoordinasi, memperkuat sinergi dan bekerjasama lintas institusi," tutup Thamrin. [lov]

Editor:
Tag:

Kolom Komentar


Video

Aplikasi Pengawal TPS Di Pemilu 2019

Senin, 25 Maret 2019
Video

Utamakan Guru Honorer Ketimbang Pengangguran

Senin, 25 Maret 2019
Video

Kampanye Terbuka, Kedua Paslon Langgar Peraturan

Senin, 25 Maret 2019
loading