Masalah Toleransi Di DKI Cuma Kasus Ahok

Senin, 10 Desember 2018, 14:58 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Fahira Idris/Net

RMOL. Senator asal DKI Jakarta Fahira Idris tidak terima dengan hasil survei yang dirilis Setara Institute. Dalam survei itu, DKI berada di posisi tiga terendah kota di Indonesia yang intoleran.

Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan realita yang terjadi di Jakarta. Fahira menilai tidak ada persoalan toleransi yang sangat serius terjadi di Jakarta setahun belakangan ini.

Satu-satunya masalah toleransi serius yang sempat terjadi di ibukota adalah kasus penodaan agama yang terjadi di Kepuluan Seribu pada September 2016 lalu.
Partai Berkarya

“Saya yang rutin turun ke warga di hampir semua titik wilayah Jakarta tidak merasa dan menemui ada persoalan toleransi yang serius. Satu-satunya persoalan toleransi serius yang sempat terjadi di Jakarta adalah kasus penodaan agama dua tahun lalu, dan ini kasus ini sudah selesai,” kata Fahira di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (10/2).
 
Dia mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta yang berencana mengundang Setara Institute untuk berdiskusi tentang validalitas survei. Dengan begitu, publik Jakarta mengetahui secara jelas kenapa kota mereka bisa ‘dicap’ intoleran.

“Jika instrumen penelitian yang digunakan valid, bisa jadi masukan dan pijakan bagi Pemprov DKI Jakarta. Tetapi jika tidak valid, hasil survei ini harus dipertanyakan. Saya yakin sebagian besar warga Jakarta mempertanyakan hasil survei ini,” pungkasnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Aplikasi Pengawal TPS Di Pemilu 2019

Senin, 25 Maret 2019
Video

Utamakan Guru Honorer Ketimbang Pengangguran

Senin, 25 Maret 2019
Video

Kampanye Terbuka, Kedua Paslon Langgar Peraturan

Senin, 25 Maret 2019
loading