Penyiar Televisi Pertama Di Indonesia

Nusantara  MINGGU, 09 DESEMBER 2018 , 16:10:00 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

Penyiar Televisi Pertama Di Indonesia

Ilham Bintang dan Sus Salamun/Dok

BU Sus Salamun (87 tahun) tak kuasa menahan haru ketika naik di atas panggung menerima Anugerah Khusus Panasonic Gobel Awards, Jumat (7/12) malam di Djakarta Theatre.

Penyerahan dilakukan langsung oleh owner Panasonic, Rachmat Gobel.

Awarding penghargaan tertinggi di dunia televisi Indonesia itu semalam disiarkan live oleh RCTI mulai pukul 9 hingga tengah malam.

Seluruh hadirin yang memenuhi venue awarding PGA memberi standing applaus saat Ibu Sus menerima Anugerah Khusus itu. Ikut terharu menyaksikan Ibu Sus yang masih  bersemangat walau menggunakan kursi roda. Sambutannya mengharukan. Singkat tapi runut. Menyemangati insan pertelevisian.

Ia mengutarakan ketakjubannya pada kelangsungan acara Awarding PGA. "Gedungnya bagus, suasana nyaman, semua tertata  rapi. Berbeda  jauh keadaannya waktu kami di TVRI dulu yang studionya masih berlantai tanah," ucapnya.

Nenek tiga cucu itu mengawali debutnya sebagai penyiar di RRI Solo. Dalam kunjungan kerjanya ke Solo bulan Oktober 1961, Bung Karno bertemu dia. Presiden pertama RI itulah yang memintanya pindah ke Jakarta untuk jadi penyiar di TVRI.

Tapi Ibu Sus tidak lama di TVRI. Tahun 1963 ia putuskan berhenti. Ikut suaminya, Salamun, tugas di Makassar. Suaminya: dokter Mohammad Salamun, yang menjadi Panglima TNI AU Indonesia Timur di Makassar.

Dalam percakapan saya di belakang panggung memorinya kuat. Ia mengenang pengalaman indahnya sewaktu tinggal 4 tahun di Makassar. "Cucu saya ada yang lahir di Makassar, Pak. Namanya pun pake nama Makassar, Tanri Sanna," katanya.

Tanri Sanna, artinya tidak disangka. Kelahirannya memang surprise. Orangtuanya sampai harus menunggu tujuh tahun sejak menikah baru dapat anak.

Kehadiran Bu Sus dalam acara Panasonic malam itu pun surprise. Kabar terakhir ia tak bisa hadir karena alasan kurang sehat. Tapi Subhanallah beliau datang dan bertahan beberapa jam. Bersilaturahmi dengan insan-insan pertelevisian. Foto- foto bersama. "Jangan lupa kirimi saya fotonya ya Pak," bisiknya.

Kelak nama Pak Salamun, suaminya diabadikan menjadi nama RS di Bandung yang masih beroperasi hingga sekarang. Sebagai penghargaan atas jasanya mengembangkan perawatan kesehatan TNI AU. Dan, malam itu nama Ibu Sus diabadikan juga sebagai penyiar televisi pertama di Indonesia.

Semoga Allah SWT memberinya nikmat sehat dan umur panjang.[***]


Penulis adalah Wartawan Senior


Sampaikan Visi Misi, Jokowi Langgar UU Pemilu?
Lemahkan Petani, Menteri Enggar Mengecewakan!
Pertemuan Tahunan OJK

Pertemuan Tahunan OJK

, 12 JANUARI 2019 , 01:59:00

Rehab Rumah Veteran

Rehab Rumah Veteran

, 13 JANUARI 2019 , 07:54:00

60 Tahun Revolusi Kuba

60 Tahun Revolusi Kuba

, 12 JANUARI 2019 , 08:38:00