Usulan Suharto Tepat, TNI Harus Ambil Alih Serangan Nduga

Minggu, 09 Desember 2018, 01:11 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Connie Rahakundini Bakrie/ Net

RMOL. Tugas utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah menjaga kedaulatan bangsa. Untuk itu, saran mantan Komandan Korps Marinir Letjen TNI Mar (Purn) Suharto agar penanganan terhadap Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM) di Kabupaten Nduga, Papua diambil alih TNI sudah tepat.

Baca: Letjen (Purn) Suharto: Panglima Kita Bukan Wakapolri, Maaf Saya Sedikit Tajam

Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie setuju dengan saran itu. Menurutnya, penyerangan di Nduga merupakan penyerangan terhadap pemerintah. Sebab, berbagai fasilitas pemerintah dan pos penjagaan TNI telah diberondong dengan senjata.
Partai Berkarya

"Perlawanan bersenjata, penyerangan bersenjata terhadap pos atau instansi TNI, itu berarti penyerangan terhadap kedaulatan negara dan seluruh jajaran dan institusi TNI lainnya bersatu lawan separatisme," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/12).

Namun demikian, usulan ini harus mendapat persetujuan lebih dulu dari Kemenko Polhukam dan Kementerian Pertahanan. Termasuk, dengan polisi agar sepakat diambil alih TNI.

“Imbauan Pak Suharto bisa segera dijalankan jika Kemenkopolhukam, Kementerian Pertahanan bersama Mabes Polri sepakat menyelesaikan problematik terbesar dan keresahan yang terjadi karena terdapat ‘pembiaran’ berlarut," tandasnya. [ian]

Kolom Komentar


Video

Aplikasi Pengawal TPS Di Pemilu 2019

Senin, 25 Maret 2019
Video

Utamakan Guru Honorer Ketimbang Pengangguran

Senin, 25 Maret 2019
Video

Kampanye Terbuka, Kedua Paslon Langgar Peraturan

Senin, 25 Maret 2019
loading