Hanura

Penggagas Koperasi Syariah 212 Dipojokkan

Suara Publik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 10:59:00 WIB

Penggagas Koperasi Syariah 212 Dipojokkan

Eka Gumilar menyerahkan kepengurusan kepada Syafii Antonio/Net

AKSI Akbar Reuni 212 telah berlalu dan berlangsung masif dan damai. Dua tahun lalu, di tahun 2016, Aksi Bela Islam 212 berhasil membangkitkan persatuan umat, selain itu telah melahirkan suatu ide pergerakan untuk membangkitkan ekonomi umat Islam di Indonesia. Lahirlah Koperasi Syariah 212 yang kini sudah berbadan hukum tetap dan memiliki berbagai usaha berjamaah.

Muncul Hoax tentang Koperasi Syariah 212

Dalam berita yang dimuat Republika pada 26 Juni 2018, pengurus Koperasi Syariah 212 mengklarifikasi beredarnya pesan (broadcast) tentang Koperasi Dua Dua Belas yang diketuai oleh Eka Gumilar dan kawan-kawan melalui aplikasi percakapan dan media sosial

Beredarnya pesan hoax tersebut telah merugikan pihak Eka Gumilar. Eka dipojokkan, seolah memviralkan broadcast yang berkembang dengan dimuatnya pemberitahuan bahwa koperasi syariah yang Eka buat berbeda dengan yang saat ini bergerak.

Eka menepis pesan hoax tersebut. Ia menerangkan bahwa dirinya tidak pernah mendirikan koperasi dengan nama "dua dua belas", yang ada dia adalah penggagas awal koperasi syariah "dua satu dua". Jadi, jika kemudian namanya dicatut dalam broadcast hoax koperasi "dua dua belas", jelas merugikan nama baik Eka Gumilar.

Yang kurang mengenakkan kata Eka, meski website Koperasi Syariah 212 ikut membantah kabar hoax tersebut, namun peran Eka seolah dihilangkan dari latar belakang lahirnya gerakan ekonomi umat itu. Tidak ada klarifikasi bahwa "Eka memang adalah penggagas Koperasi Syariah 212, tapi berita Eka mendirikan koperasi 'dua dua belas' adalah hoax", tidak ada kalimat semacam itu.

Paling tidak, narasi seperti itu akan lebih bijak untuk tetap menjaga kehormatan Eka Gumilar. Daripada menempatkan namanya di bawah kata-kata "koperasi dua dua belas hoax", yang jelas menghilangkan peran Eka Gumilar dari sejarah awal pembentukan Koperasi Syariah 212.

Jika seandainya Eka dianggap menjiplak koperasi dua satu dua, dan memberi nama dengan 'koperasi dua dua belas', ini lebih tidak masuk akal lagi menurut Eka.

"Ide awalnya koperasi dua satu dua itu dari saya, kok saya yang dianggap menjiplak. Jika ada yang menggunakan nama sama, tentu itulah yang menjiplak. Untuk membuktikan ini sangat mudah, lihat jejak digital, tanggal berapa dan siapa pendirinya," kesal Eka.

Sejarah Awal Ide Pembentukan Koperasi Syariah 212

Koperasi Syariah 212 awalnya digagas oleh Eka Gumilar yang dia viralkan melalui akun twitternya. Ide ini terinsipirasi dari Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 yang dinilai sebagai momentum bersatunya umat muslim Indonesia. Eka Gumilar mengharapkan muncul sebuah "gerakan" demi menjaga momentum kebersatuan umat, salah satunya adalah dalam bidang ekonomi; dengan demikian munculah ide membangun koperasi syariah 212 sebagai solusi perekonomian umat muslim Indonesia.

Tidak berselang lama, dalam beberapa hari pasca Aksi Bela Islam 212. Eka Gumilar mempublikasikan gagasan Koperasi Syariah 212 ke beberapa media online, hingga mendapat sambutan luar biasa dari berbagai kalangan umat Islam di Tanah Air.

Setelah viral melalui media-media online, gagasan Koperasi Syariah 212 juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Aksi Bela Islam 212.

Sehingga ketika diadakan musyawarah pembentukan Koperasi Syariah 212 pertama kali oleh Eka Gumilar pada 17 Desember 2016 di Masjid Al Ittihad, peserta yang hadir mencapai ribuan orang dari berbagai daerah di tanah air.

Setelah dimusyawahkan bersama ulama dan tokoh GNPF MUI, Eka Gumilar menyerahkan kepengurusan Koperasi Syariah 212 untuk dipimpin oleh pakar ekonomi Islam. Terpilihlah Dr. Muhammad Syafii Antonio ditunjuk menjadi ketua umum.

Secara terbuka, Eka Gumilar memberikan supportnya 100 persen kepada pengurus Koperasi Syariah 212 hasil musyawarah para ulama dan tokoh GNPF MUI.

Media online Gelora.co (dulu Posmetro.info) sejak awal turut berperan memviralkan ide Koperasi Syariah 212, karena Eka Gumilar sendiri yang mengontak redaksi gelora.co untuk pertama kali mengangkat berita soal gagasannya tersebut. Lalu media-media online alternatif lainnya ikut memuat berita serupa hingga menjadi viral dan kemudian menjadi headline di beberapa media mainstream.

Sebagai media online yang berperan terwujudnya ide menjadi gerakan, gelora.co juga memantau jalannya Koperasi Syariah 212.

Perjuangan Eka Gumilar

Apapun kelemahan dan tuduhan yang tertuju pada Eka saat ini, faktanya tidak akan ada Koperasi Syariah 212 lahir tanpa ide darinya. Dialah sang pelopor, sang penggagas sebelum ekonomi berjamaah yang lain lahir.

Eka Gumilar, sebagai tokoh penggagas Koperasi Syariah 212, kini seakan tidak dihargai oleh lembaga yang dia perjuangkan tersebut. Padahal di awal-awal dialah yang menampung masifnya aspirasi umat yang sangat antusias menyambut lahirnya ide Koperasi Syariah 212.

Eka rela meninggalkan pekerjaannya di bidang property demi fokus membangun Koperasi Syariah 212. Ia juga ikhlas menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kepengurusan baru karena menaati hasil musyawarah para ulama. Padahal ia juga berpeluang memimpin koperasi tersebut menjadi besar.

Eka tidak menyerah, ia tetap membangun koperasi dan usaha berjamaah walau rawan difitnah dan ekonominya makin hancur karena fokus 'membangunkan' umat untuk mau berjamaah, walau beresiko dihakimi dan difitnah.

Bidang usaha dan bisnisnya di bidang property-lah yang mengantarkan Eka sukses. Di balik itu, ia rela dalam dua tahun belakangan membangun usaha koperasi yang sama sekai tidak memberikan keuntungan pribadi.

Nama Eka tidak tercantum sama sekali di kepengurusan baru Koperasi Syariah 212, malah ia merasa dipojokkan seolah koperasi yang mula ia dibentuk di Masjid al Ittihad itu berbeda dengan yang sekarang berdiri. Padahal faktanya jejak digital tidak bisa dibohongi. Eka lah sang penggagas Koperasi Syariah 212. Ketika diadakan musyawarah awal yang menunjuk Eka jadi ketua, pun dihadiri oleh Syafii Antonio yang kini menjabat sebagai ketum.

"Pada saat musyawarah pembentukan di Al Ittihad pun Syafii Antonio hadir. Padahal panitia menyebutkan beliau tidak diundang. Saya yang waktu itu sebagai ketum pembentukan awal memberikan kesempatan pada beliau untuk berbicara," jelas Eka.

Eka juga menyayangkan sikap Syafii Antonio yang tidak menepati janji akan mengganti biaya pelaksanaan rapat anggota Koperasi Syariah 212 di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar Jakarta pada 12 Januari 2017. Saat itu disetujui pembauran dan restrukturisasi kepengurusan dari Eka Gumilar kepada Syafii Antonio.

Keterangan ketua panitia acara pada saat itu, Agus Suherlan (Kang Suhe) bahwa M. Syafii Antonio telah dihubungi oleh Eka Gumilar. M. Syafii menjanjikan biaya pelaksanaan acara akan diganti.

"Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi, bahkan tidak mengakomodir amanah umat yang dihasilkan saat serah terima di Masjid Al Azhar," kata Eka.

"Sekarang nama saya seperti dihilangkan, tidak dihargai sebagai inisiator, difitnah keji seolah mengumpulkan dana, padahal itu adalah inisiatif panitia pembentukan yang memerlukan infaq dalam pendirian awal koperasi. Saat itu kami harus melayani ribuan anggota, nilai dana yang dikumpulkan tidak seberapa," tambahnya.

Fitnah-fitnah keji yang ditujukan padanya tak menyurutkan langkah Eka untuk terus memperjuangan ekonomi umat.

"Walau ekonomi saya jatuh, tidak lagi seperti dulu ketika masih fokus di bidang property. Tapi ini adalah pengorbanan kecil dalam menyatukan umat," ungkap Eka.

"Begitukah cerminan gerakan ekonomi umat yang memakai nama syariah? Syariahkah cara-cara yang seperti itu? Biar saja umat yang menilai sendiri. Pantaskah," terangnya.

Catatan:

Redaksi gelora.co, belum pernah menerima dana/bayaran apapun dari Eka Gumilar. Kami menghargai dan merasa ikut serta mengikuti jejak langkah Eka Gumilar memunculkan koperasi syariah 212, dan kami terpanggil untuk mengungkap fakta kepada umat apa adanya.

Tulisan ini dapat dipertanggungjawabkan sesuai yang kami ketahui sejak awal proses pendirian Koperasi Syariah 212. [***]

Abdul Hamdi Mustafa
Redaktur Gelora.co

(Di Gelora.co dimuat dengan judul: Tragis! Sang Inisiator Gerakan Ekonomi Umat 212 'Dihilangkan' dari Jejak Sejarah)

Komentar Pembaca
Kemendagri: Ada Pihak Yang Sengaja Buang KTP-El
Rezim Jokowi Dicap Fasis, Paket Ekonominya Pesanan Imperialis
Peluncuran Museum Maritim

Peluncuran Museum Maritim

, 08 DESEMBER 2018 , 02:27:00

Dukungan Jakmania Untuk Persija

Dukungan Jakmania Untuk Persija

, 09 DESEMBER 2018 , 00:44:00

Rapi-Rapi Jelang Deklarasi

Rapi-Rapi Jelang Deklarasi

, 08 DESEMBER 2018 , 15:48:00