Hanura

HUT Ke-41, BPJS Ketenagakerjaan Terima Kado Dari KPK

Ekbis  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 10:55:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

HUT Ke-41, BPJS Ketenagakerjaan Terima Kado Dari KPK

Agus Susanto dan Alexander Marwata/Humas BPJS Ketenagakerjaan

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah melakukan pengendalian gratifikasi dengan baik.

BPJS Ketenagakerjaan meraih penghargaan sebagai Lembaga dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik Tahun 2018. Penghargaan ini diberikan langsung Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, pada kegiatan Hari Anti Korupsi Nasional 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/12).

Agus menyambut positif apresiasi yang diberikan oleh KPK dan diharapkan ke depan, pengendalian gratifikasi BPJS Ketenagakerjaan semakin baik, bersih dan sesuai harapan semua pihak.

"Ini merupakan kerja keras, profesionalitas dan bentuk konsistensi  dari seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan Good Governance (GG) dalam membangun tata kelola lembaga yang baik dan berintegritas tinggi untuk kemanfaatan yang lebih baik bagi bangsa dan negara," terang Agus.

Penghargaan ini merupakan hasil evaluasi dari KPK sepanjang tahun 2018 atas upaya pengendalian gratifikasi BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami juga telah menerima penghargaan yang sama pada tahun 2017 lalu," tambahnya.

Agus menekankan, integritas juga menjadi salah satu nilai budaya yang ditanamkan kepada seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan terus menjaga kualitas layanan untuk melindungi seluruh pekerja Indonesia.

"Tidak lupa pula kepada Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian BUMN dan Kementrian Sekretariat Negara, Kementerian Koordinator PMK yang selalu mensupervisi kinerja kami," imbuh Agus.

Agus melihat penghargaan dari KPK ini sebagai kado istimewa, karena bertepatan dengan hari jadi BPJS Ketenagakerjaan ke-41 tahun pada tanggal 5 Desember 2018.

"Kado istimewa ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada para pekerja Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kami menjadi institusi yang bersih, menjunjung tinggi integritas, bebas korupsi, gratifikasi, dan suap yang sesuai dengan budaya dan cita-cita anti korupsi yang dibangun oleh Negara Republik Indonesia," papar Agus.

Sebelum menutup, Agus sekali lagi menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus berkomitmen membangun budaya integritas secara sistematis keseluruh organisasi baik internal maupun eksternal.

"Sudah saatnya kami melangkah memberi dampak positif bagi sistem ketenagakerjaan Indonesia yang berintegritas.  Antara lain dengan mendorong meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terlindungi dan semoga prestasi ini bisa menjadi kekuatan untuk menunjukkan di mata internasional bahwa kita kredibel menjaga tata kelola yang baik sekaligus bagian dari reputasi Indonesia dalam persaingan global.

Sebagai institusi yang mengelola dana pekerja, menurut Agus, penghargaan ini menjadi pembuktian BPJS Ketenagakerjaan agar terus mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan publik.[dob]



Kenaikan BBM

Kenaikan BBM

SENIN, 10 DESEMBER 2018

Ekspor 2019 Masih Berpotensi Minus

Ekspor 2019 Masih Berpotensi Minus

SENIN, 10 DESEMBER 2018

Studi Banding ke Jepang, BPJS Ketenagakerjaan Ajak 10 Agen Perisai Terbaik
Wirausahawan Online Didorong Maksimalkan Kredit UMKM
Tiga Tantangan Ekonomi 2019

Tiga Tantangan Ekonomi 2019

MINGGU, 09 DESEMBER 2018

Politik Olok-olok Tidak Ganggu Kinerja Ekonomi
Sri Mulyani Benar-benar

Sri Mulyani Benar-benar "Ajaib"

, 08 DESEMBER 2018 , 13:00:00

OPM Harus Ditumpas Secara Militer

OPM Harus Ditumpas Secara Militer

, 07 DESEMBER 2018 , 19:00:00

Peluncuran Museum Maritim

Peluncuran Museum Maritim

, 08 DESEMBER 2018 , 02:27:00

Dukungan Jakmania Untuk Persija

Dukungan Jakmania Untuk Persija

, 09 DESEMBER 2018 , 00:44:00

Cincin Giok Rachmawati

Cincin Giok Rachmawati

, 07 DESEMBER 2018 , 09:24:00

Letjen (Purn) Suharto: Panglima Kita Bukan Wakapolri, Maaf Saya Sedikit Tajam
Ini Keajaiban Yang Hanya Terjadi Di Indonesia
Liga dengan Atraksinya

Liga dengan Atraksinya

Dahlan Iskan10 Desember 2018 05:33

Pengamat: Erick Thohir Tidak <i>Fair</i>, Ma'ruf Bemper Jangan Dipaksa Jadi Mesin
Benar Kan? Kalau Yang Terlapor Oposisi Cepat Sekali Diproses
Usulan Suharto Tepat, TNI Harus Ambil Alih Serangan Nduga
DPR Tidak Perlu Terburu-buru Sahkan RUU Konservasi
Semangat Wirausaha Muda Harus Jangkau Seluruh Indonesia
Liga dengan Atraksinya

Liga dengan Atraksinya

Dahlan Iskan10 Desember 2018 05:33

Demokrasi Elektoral Warung Kopi

Demokrasi Elektoral Warung Kopi

Suara Publik10 Desember 2018 05:28

Titik Lemah Jokowi

Titik Lemah Jokowi

Suara Publik10 Desember 2018 05:25