Hadapi Globalisasi, Generasi Milenial Perlu Dibekali Nilai-Nilai Kebangsaan

Rabu, 05 Desember 2018, 00:41 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Ma'ruf Cahyono/MPR RI

RMOL. Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono berharap Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika mampu menerjemahkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan.

"Nilai-nilai kebangsaan harus dapat diaktualisasikan dalam keseharian," ujarnya di hadapan ratusan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR dari Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP), dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (4/12).
 
Menurut Ma'ruf, mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan penting sebab aktualisasi kehidupan tidaklah statis tetapi sangat dinamis. Ia akan berhadapan dengan suatu perubahan yang terus menerus, tuntutan, dan perkembangan zaman. Sehingga bila ideologi yang diyakini tidak hidup atau tak diaktualisasikan maka tidak bisa beradaptasi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"Di sinilah saya merasa khawatir," katanya.

Ketika ideologi bangsa tidak bisa diadaptasikan atau sebagai sesuatu yang tak bisa hidup di tengah masyarakat, maka hal yang demikian perlu segera diantisipasi.

"Apalagi mayoritas anak muda sekarang hidup di zaman yang berbeda yaitu zaman milenial. Sekarang era yang disebut dengan generasi milineal," jelas Ma'ruf.

Ditegaskan pada generasi milenial inilah nilai-nilai kebangsaan harus diinternalisasikan agar mereka bisa menerjemahkan nilai-nilai luhur bangsa.

"Mereka harus bisa menerjemahkan dalam dunia yang aktual," ujar Ma'ruf.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan pada generasi milenial merupakan bekal bagi mereka dalam menghadapi perubahan zaman.

"Apapun perubahan zaman tidak boleh membuat kita keluar dari jati diri bangsa. Oleh karena itu Empat Pilar MPR harus menjadi bekal bagi mereka untuk menatap masa depan," papar Ma'ruf.

Jati diri bangsa juga harus mampu diadaptasikan dalam segala rupa kehidupan. Dengan jati diri inilah masyarakat bisa menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.

"Menghadapi era yang demikian diharap generasi milenial tidak hanya mempunyai kualitas dan kapasitas untuk bersaing dengan bangsa lain, namun juga harus memiliki ketahanan ideologi sebagai jati diri bangsa. Kita ingin menjadi bangsa yang besar dan maju tanpa kehilangan jati diri bangsanya," jelasnya.

Untuk menjadi bangsa yang besar dan maju tentu tidak mudah diwujudkan secara serta merta apalagi adanya pengaruh dan persaingan yang ketat dengan bangsa bangsa  yang lain.

"Pengaruh dan persaingan ini tidak akan berhenti. Untuk itu bila nilai-nilai kebangsaan juga harus terus dikuatkan. Jangan sampai  bangsa ini mampu  bisa memasuki era persaingan bebas namun ia kehilangan jati diri bangsanya. Nah ini yang tidak kita inginkan," demikian Ma'ruf. [wah]

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading