Menanam Nilai-Nilai Empat Pilar Lewat Festival Budaya Gorontalo

Minggu, 02 Desember 2018, 23:16 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Foto/MPR RI

RMOL. Sejak era Refomasi, Pancasila seakan tak lagi bersarang dalam pikiran masyarakat Indonesia, dan lidah pun jarang mengucapkannya.

Maka wajar kalau ada yang lupa atau salah mengucapkan teks Pancasila.

Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Elnino M. Husein Mohi punya cerita menarik mengenai hal itu. Dia mendapat cerita dari temannya, seorang kepala sekolah, waktu menjadi pembina upacara pernah keliru membaca Pancasila, semestinya lima menjadi enam sila. Soalnya, dia menyebut sila pertama Pancasila, kedua Ketuhanan Yang Maha Esa dan seterusnya.

Ini adalah cara Elnino untuk menunjukkan alasan kenapa orang bisa salah. Menurutnya, karena Pancasila itu sudah lama tidak ada di pikirannya, dan Pancasila sudah lama pula tidak ada di lidahnya.

"Itu hal wajar bisa terjadi," kata Elnino.

Oleh karena itulah, MPR menyelenggarakan sosialisasi empat pilar agar Pancasila tidak hanya sekadar menjadi hastag tapi Pancasila betul-betul harus kita jaga.

"Kita harus menyadari bahwa kita adalah orang yang ber-Ketuhanan Maha Esa, kita orang yang berperikemanusiaan, dan harus bersatu. Kita tidak boleh saling mem-bully. Kemudian, kita harus selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah dalam hikmah dan kebijaksanaan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," papar Elnino.

Elnino menyampaikan hal itu dalam pengarahan pada Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Sabtu malam (1/12). Sosialisasi empat pilar dikemas dalam bentuk Festival Budaya Gorontalo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Limboto. Dan, untuk pertama kali pula sosialisasi empat pilar diselenggarakan di pusat perbelanjaan yakni Atrium Mall Gorontalo.

Meski acara ini diselenggarakan di tengah keramaian pengunjung mal ternyata cukup menarik perhatian dan dinilai sukses.

Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Biro Humas MPR Muhamad Jaya menyebutkan, acara itu luar biasa. Selain sosialisasi dengan metode pageralan seni budaya ini pertamakali diselenggarakan di Provinsi Gorontalo.

Jaya menjelaskan bahwa anggota MPR punya kewajiban untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode seperti Training of Trainers (ToT), Lomba Cerdas Cermat (LCC), Outbound, Kemah Empat Pilar, dan sebagainya.

Bukan tanpa alasan MPR memilih pagelaran seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi empat pilar.

"Agar generasi muda mencintai budayanya, dan dapat mengangkat budaya tersebut di dunia global. Lebih dari itu melalui budaya kita merawat kebhinnekaan. Artinya, “Merawat kebhinnekaan harus dimulai dari merawat budaya," jelasnya.

Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Gorontalo Sultan Rusdi yang mewakili gubernur Gorontalo menyatakan, empat pilar yang disosialisasikan harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehar-hari.

"Empat pilar ini erat kaitannya dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Artinya, dengan memahami empat pilar, kita mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara," imbuh Rusdi. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading