Menko Puan: Kerja Sama Nuklir Penting Untuk Pembangunan

Laporan: Dede Zaki Mubarok | Sabtu, 01 Desember 2018, 16:53 WIB

Menko Puan/Kemenko PMK

RMOL. Penggunaan ilmu dan teknologi nuklir telah membawa manfaat yang nyata bagi pembangunan.

Karena itu, kerja sama internasional di bidang nuklir untuk tujuan perdamaian perlu terus digalakkan melalui Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), organisasi di bawah PBB yang menangani isu nuklir.

Hal tersebut disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam pidato di acara Konferensi Tingkat Menteri Tentang Ilmu dan Teknologi Nuklir yang diselenggarakan IAEA di Wina, Austria 28-30 November.

"Indonesia termasuk di antara negara berkembang yang telah banyak memperoleh manfaat dari program-program IAEA. Pemanfaatan ilmu dan teknologi nuklir telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia, antara lain berupa produksi bibit tanaman unggul, peningkatan kualitas ternak, program pengendalian kanker nasional, dan pemantauan polusi udara," papar Menko Puan.

Pemanfaatan teknologi nuklir juga terlihat dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Lombok dan Palu. Pada saat itu, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) mendistribusikan bahan makanan yang telah diradiasi sehingga lebih awet kepada para korban.

Selain sebagai penerima manfaat, Indonesia juga berkontribusi dalam pemanfaatan teknologi nuklir oleh negara-negara berkembang lain. Kemampuan ahli-ahli Indonesia di bidang nuklir telah diakui oleh IAEA sehingga sering diminta untuk memberikan training kepada ahli dari negara lain.

Kerangka kerja sama yang digunakan oleh Indonesia untuk membantu negara lain adalah melalui Peaceful Uses Initiatives (PUI), Regional Capacity Building Initiative (RCBI), dan Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS).

Mengingat besarnya manfaat teknologi nuklir di bidang pembangunan, Indonesia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut oleh suatu negara tidak boleh dibatasi dengan prasyarat-prasyarat yang mempersulit akses penggunaannya.

"Indonesia menggarisbawahi bahwa hak negara-negara anggota IAEA untuk menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan akses terhadap bantuan yang diberikan oleh IAEA harus dijamin dan tidak boleh dibatasi dengan prasyarat apapun," jelas Menko Puan.

Dia menambahkan, informasi tentang manfaat ilmu dan teknologi nuklir perlu disebarluaskan ke pemangku kepentingan yang lebih luas. Mengingat selama ini terdapat mispersepsi di sebagian masyarakat bahwa nuklir identik dengan senjata pemusnah massal yang mengerikan.

"Semakin banyak masyarakat yang tahu tentang manfaat nuklir untuk pembangunan semakin bagus," demikian Menko Puan. [wah]

Artikel Lainnya

Menko Puan Tinjau Dua Laboratorium Ketahanan Pangan Di Austria

Menko Puan Tinjau Dua Laborato..

Selasa, 11 Desember 2018
Menko PMK Melepas Satgas Gabungan Penanganan Gempa NTB

Menko PMK Melepas Satgas Gabun..

Jumat, 07 Desember 2018
Digital Marketing Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keharusan

Digital Marketing Bukan Lagi P..

Selasa, 27 November 2018
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan..

Rabu, 21 November 2018
Menko PMK Hadiri Penutupan Sidang KTT ASEAN

Menko PMK Hadiri Penutupan Sid..

Jumat, 16 November 2018
Hari Kedua Menko PMK Ikuti Rangkaian Sidang dari KTT ASEAN

Hari Kedua Menko PMK Ikuti Ran..

Kamis, 15 November 2018
Menko PMK Ikuti Rangkaian Sidang KTT ASEAN ke-33

Menko PMK Ikuti Rangkaian Sida..

Kamis, 15 November 2018
Kemenko PMK Koordinasikan Permainan Rakyat Jadi Bagian Kebijakan Nasional

Kemenko PMK Koordinasikan Perm..

Rabu, 14 November 2018
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan