Jagung Untuk Mengimbangi Industri Perunggasan Yang Meningkat Signifikan

Senin, 19 November 2018, 05:32 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Jagung/Net

RMOL. Permintaan impor jagung tidak terlepas dari terus meningkatnya permintaan komoditas ini sebagai pakan ternak setiap tahunnya. Industri perunggasaan khususnya ayam terus berkembang dan menunjukkan peningkatan produksi.

“Untuk daging ayam ras, produksi nasional meningkat dari 1,5 juta ton pada tahun 2014 menjadi 1,8 juta ton di tahun 2017. Begitu juga telur meningkat dari 1,2 juta ton menjadi 1,5 juta ton pada periode waktu yang sama,” ujar Peneliti dari Pusaat Studi Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Saptana dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (16/11).

Peningkatan ini dinilai ikut mengatrol kebutuhan pakan yang selama ini mengandalkan jagung. Kondisi peningkatan produksi pada industri perunggasan dinilai memberikan kabar gembira sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

“Negara-negara “raksasa” dalam industri perunggasan seperti Amerika juga memiliki produksi jagung yang tinggi untuk memenuhi pakan ternaknya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kebijakan impor jagung dilakukan untuk mengurai masalah yang dihadapi para peternak karena menurutnya masalah ini muncul karena distribusi yang tersendat. Dimana selama ini,l stok jagung Bulog yang digelontorkan pemerintah lebih banyak terserap ke perusahaan besar untuk digunakan sebagai bahan campuran pakan ternak.

"Perusahaan besar menyerap jagung karena tidak mengimpor gandum untuk pakan, yang biasa dicampurkan, kan. Jatahnya kami keluarkan 200 ribu ton. Akhirnya petani kecil berteriak. Yang perusahaan besar, kan, diam," kata Amran.

Amran berharap polemik impor jagung tak perlu diperpanjang. Ia menyebut masalahnya bukan terletak pada produktivitas pertanian dalam negeri. Ia menjamin bahwa impor tidak menandakan bahwa stok jagung dalam negeri defisit.

“Malah kenyataannya surplus. Bahkan surplus tersebut dapat dihitung secara kasar, dari kinerja Ekspor jagung yang mencapai 380 ribu ton dikurangi dengan rencana jumlah impor yang akan dilakukan ini,” pungkasnya. [jto]
Editor: Sukardjito

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading