Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Kemenko PMK Koordinasikan Permainan Rakyat Jadi Bagian Kebijakan Nasional

PMK / RABU, 14 NOVEMBER 2018 , 22:08:00

Kemenko PMK Koordinasikan Permainan Rakyat Jadi Bagian Kebijakan Nasional

Foto/Humas PMK

RMOL. Permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu diperkenalkan kembali secara masif kepada masyarakat luas, upaya ini dilakukan sebagai Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan bertujuan salah satunya untuk membangun karakter bangsa, sebagaimana amanat UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
"Saat ini kami masih berkoordinasi terkait berbagai kebijakan agar permainan rakyat sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan kembali jaya dan mampu diubah jadi soft power bangsa ini," kata Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya, Kemenko PMK, Alfredo Sani, usai pimpin rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan di Jakarta, Selasa kemarin (13/11).

Dalam UU No 5/2017 dijelaskan, permainan rakyat adalah salah satu dari 10 Objek Pembangunan Kebudayan, yang diartikan sebagai berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, yang bertujuan untuk menghibur diri.

Alfredo menerangkan, manfaat strategis dalam permainan rakyat adalah sebagai sarana pembangunan karakter bangsa sebagaimana amanat dalam Perpres nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang juga turut mendukung implementasi Revolusi Mental.

"Nilai-nilai penguatan pendidikan karakter seperti jujur, bekerja keras, peduli sosial dan peduli lingkungan akan lebih mudah tertanam bila dimasukkan dalam konsep permainan rakyat yang menghibur dan menyenangkan, dan pastinya lebih nyata dari pada permainan virtual," jelas Alfredo.

Hal Senada diungkapkan Guru Besar Antropologi Universitas Hasanudin Makassar, Hamka Naping. Menurutnya, melalui permainan rakyat, pendidikan karakter akan terinternalisasi dengan mudah terserap oleh pemain permainan, baik secara sadar atau tidak sadar.

"Manusia itu Homo Ludens, yakni makhluk yang memainkan permainan, oleh karena itu dengan menyiapkan kebijakan khusus terkait membangkitkan kembali permainan rakyat akan mempermudah dalam mendidik generasi masa depan yang lebih unggul," tutur Hamka yang turut terlibat dalam rapat koordinasi.

Sebagai bagian dari hiburan, tambah Alfredo, objek permainan rakyat nantinya diupayakan jadi pendorong industri pariwisata.

"Kami yakin bila ada sinergi kuat yang melibatkan semua sektor dan dibungkus dengan inovasi baru, 2600 permainan rakyat di Indonesia akan punya pengaruh dalam peningkatan kesejahteraan rakyat karena mampu menarik wisatawan," pungkas Alfredo. [lov]



Komentar Pembaca
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan