Dr. H. Oesman Sapta

Terima Kasih Pak Amran, Kesejahteraan Petani Membaik

Tani  SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 03:58:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Terima Kasih Pak Amran, Kesejahteraan Petani Membaik

Foto/RMOL

RMOL. Harga jagung pipil yang mencapai Rp 5.200 per kilogram menjadi berkah layaknya durian runtuh bagi petani.

Suwandi (42), petani jagung asal Desa Yosowilangun Lor, Lumajang, Jawa Timur mengaku bahagia karena harga jagung yang tinggi saat ini memberikan keuntungan cukup berarti baginya dan keluarga. Tak hanya kepada Tuhan, Suwandi juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menurutnya telah berani menaikkan harga jagung beberapa waktu lalu.

"Terima kasih pak menteri karena pernah mau berkunjung ke sini. Penghasilan petani kini sudah sangat baik sekali," ujarnya saat panen raya, Minggu (11/11).

Suwandi mengaku hanya mampu menanam setengah hektare jagung. Namun harga yang tinggi kali ini memberikan untung cukup signifikan, di mana 3,5 ton jagung pipil yang dihasilkan mampu menghasilkan uang hingga Rp 18 juta.

"Kalau untuk modal setengah hektare jagung adalah biaya bibit Rp 560 ribu dan pupuk dari awal hingga akhir panen sebanyak empat kuintal dengan biaya Rp 800 ribu," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Widiastuti Khazanah (38), warga Desa Kalipepe, Lumajang. Kebijakan Menteri Amran menjalin kerja sama dengan petani menurutnya sangat bermanfaat terutama dalam hal pendampingan dan penyediaan tenaga ahli.

"Kalau bisa dipertahankan, petani senang sekali. Harga jagung meningkat sekarang dibanding musim-musim kemarin," katanya.

"Terima kasih Pak Amran karena kerja sama dengan petani sekarang kesejahteraan kami jadi lebih baik," lanjut Khazanah.

Khazanah mengatakan bahwa rencana impor yang tengah digaungkan pemerintah ternyata sangat mengkhawatirkan petani. Dia menjamin dengan harga yang tinggi maka petani jagung tidak akan berhenti bercocok tanam.

"Tidak perlu impor lagi. Petani dengar impor jagung rasanya langsung patah hati," ujarnya. [wah] 


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Pertamina

Pertamina "Dilemahkan" Penguasa Sendiri

, 19 FEBRUARI 2019 , 12:33:00

Prabowo Jenguk Ahmad Dhani

Prabowo Jenguk Ahmad Dhani

, 19 FEBRUARI 2019 , 16:19:00

Diskusi Pasca Debat

Diskusi Pasca Debat

, 19 FEBRUARI 2019 , 18:43:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies