Verified
Dr. H. Oesman Sapta

BLK Lembang Ciptakan Aplikasi Smart Farming Bagi Petani

Naker  JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018 , 02:03:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

BLK Lembang Ciptakan  Aplikasi Smart Farming Bagi Petani

Foto/Humas Kemenaker

RMOL. Memasuki era revolusi industri 4.0, Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang membuat aplikasi Smart Farming untuk menjawab tantangan digitalisasi revolusi industri 4.0. Aplikasi berbasis android ini bisa mempermudah kerja petani karena menggunakan Internet of Things (IoT).

"Jadi sederhananya IoT itu bisa dibilang mengkomunikasikan benda-benda di sekitar kita antara satu sama lain melalui sebuah jaringan internet. Aplikasi ini tentu saja mempermudah kerja petani kita," ujar Kepala BLK Lembang, Aan Subhan, di BLK Lembang, Rabu  (7/11/2018) kemarin.

Aan mengungkapkan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pemerintah desa dan membuat desa percontohan smart farming. "Kita akan mengupayakan hal ini bisa diterima petani kita dan membawa banyak manfaat," kata Aan.

Dijumpai di tempat yang sama, Instruktur BLK Lembang Iwan Hermawan selaku tim inovasi di BLK Lembang menjelaskan dengan mengoptimalkan IoT dan menciptakan aplikasi smart farming, ke depan petani Indonesia bisa mengontrol ladangnya melalui smart phone.

"Jadi petani bisa memantau tanaman dan ladangnya dimana saja, kapan saja selama ada jaringan internet," kata Iwan.

Dengan aplikasi smart farming ini, lanjut Iwan, petani dapat melakukan penyiraman dan pemupukan dengan menekan tombol pada aplikasi smart farming di smart phone saja.

"Tentu semua itu ada indikatornya di aplikasi sehingga kita tahu kapan harus menyiram atau memupuk tanaman,yang dapat dimonitoring pada aplikasi smart farming," ungkapnya.

Iwan menjelaskan, manfaat IoT sangat banyak karena berhubungan dengan aktifitas sehari-hari untuk memudahkan kerja manusia. Misalnya ketika kita lupa mengunci pintu, mematikan AC atau perangkat elektronik lainnya semua bisa dilakukan dengan IoT dimana saja dan kapan saja.

"IoT bekerja dengan menerjemahkan bahasa pemograman yang sudah kita masukkan ke dalam alat dari IoT tersebut," papar Iwan.

Alat yang dibutuhkan untuk membuat IoT adalah microcontroller. Ada banyak jenis microcontroller di, seperti arduino, raspberrypi, Intel Galileo dan beberapa lainnya yang dapat di beli langsung di toko elektronik maupun online. [lov]



Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!
Prabowo-Sandi Berpelukan

Prabowo-Sandi Berpelukan

, 15 JANUARI 2019 , 12:46:00

Bermalam Di Depan Istana

Bermalam Di Depan Istana

, 15 JANUARI 2019 , 13:51:00

Jajal Kartu Pintar NPWP

Jajal Kartu Pintar NPWP

, 15 JANUARI 2019 , 23:59:00

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri<i>!</i>
Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Politik15 Januari 2019 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya
Pidato Prabowo Vs Jokowi,  Media Indonesia Di Mata Pengamat Asing
Gwadar

Gwadar

Dahlan Iskan17 Januari 2019 05:13

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa
Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Politik16 Januari 2019 00:50