Hanura

Peristiwa Kontroversi Yang Dilakukan Nabi & Sahabat (10)

Membuka Pintu Untuk Imigran Non-Muslim

Tau-Litik  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 09:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Membuka Pintu Untuk Imigran Non-Muslim

Nasaruddin Umar/Net

SEJAK awal, semenjak masa Nabi, sahabat, dan generasi sesudahnya, hingga sekarang, selain Tanah Haram (Mekkah), warga non-muslim bebas keluar masuk di negeri-negeri muslim. Bahkan warga non-muslim bisa diberi hak untuk tinggal di negeri muslim den­gan berbagai jaminan keamanan. Tentu saja perlu ditegaskan bahwa selama imigran yang bersangkutan tidak bermaksud buruk atau menyalahi prosedur yang ditetapkan oleh wilayah atau negeri yang menjadi mayoritas muslim. Perkembangan dunia internasional saat ini sudah sangat berbeda dengan kondisi obyektif di masa Nabi. Saat ini hampir tidak ada celah daratan di muka bumi ini tanpa di­huni oleh umat Islam. Bahkan Islam tidak lagi identik dengan sebuah wilayah geografis ter­tentu tetapi Islam sudah tidak terbatasi oleh batas-batas geografis kenegaraan (sateless). Negara-negara bangsa (nation states) saat ini menjadi ciri khas dunia internasional. Selu­ruh permukaan bumi sudah terkapling-kapling oleh batas-batas kenegaraan yang mengacu kepada kondisi subjektif dan kondisi objektif, sehingga antara satu negara dengan negara lain memiliki distinksinya masing-masing.

Meskipun demikian, spirit universalitas Is­lam tetap perlu menjadi perhatian kita ber­sama. Nabi selalu mencontohkan bagaimana besar apresiasinya terhadap warga non-mus­lim yang tinggal di negeri muslim. Nabi san­gat tegas dalam hal ini, sebagaimana dapat dilihat dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Safwan ibn Sulaiman, bahwa Nabi per­nah bersabda: "Barang siapa yang mend­halimi orang-orang yang menjalin perjanjian damai (mu'ahhad) atau melecehkan mereka, atau membebaninya sesuatu di luar kesang­gupannya, atau mengambil hartanya tanpa persetujuannya, maka saya akan menjadi la­wannya nanti di hari kemudian" (HR. Bukhari- Muslim).

Sejarah mencatat bagaimana warga non-muslim bisa berinteraksi dengan saudara-saudaranya yang muslim dalam berbagai bidang. Mereka bisa melakukan interaksi bis­nis satu sama lain sebagaimana dilakukan kelompok Yahudi dan Nashrani di Madinah. Warga non-muslim di masa Nabi tidak pernah merasa warga kelas dua. Mereka bisa men­jumpai Nabi dan keluarganya kapan pun dan di manapun. Nabi tidak pernah menggenerali­sir para warga non-muslim yang sering mem­erangi Nabi dengan warga non-muslim yang menjalin perjanjian damai dan hidup terlind­ungi di dalam otoritas wilayah muslim.

Yang paling penting bagi kita semua ba­gaimana kearifan Nabi ini bisa diikuti oleh se­mua pihak. Nabi Muhammad saw, tokoh yang sering disebut lahir jauh melampaui kurun waktunya ini betul-betul menarik untuk dikaji. Kebijakan-kebijakan dan statmen-statmennya selalu tepat untuk semua orang dan di set­iap waktu. Nabi hampir-hampir tidak pernah ada orang yang tersinggung pada setiap kebi­jakan dan statmennya. Kita tentu merindukan sosok orang seperti ini.

Non-muslim sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir dengan Islam, apalagi dengan me­munculkan istilah Islam Phobia. Islam bu­kan agama yang menakutkan. Islam, sesuai dengan namanya sendiri berarti damai, tidak pernah dimaksudkan untuk menakut-nakuti orang. Segala hal yang menyebabkan kesen­gsaraan, kesedihan, dan malapetaka pasti itu tidak sejalan dengan Islam bahkan bisa dis­ebut sebagai musuh Islam. Musuh kemanu­siaan adalah juga musuh Islam. Kelompok minoritas muslim yang melakukan aksi kek­erasan dan terorisme sesungguhnya tidak bisa dianggap representasi dunia Islam. Mer­eka adalah oknum yang mungkin keliru di da­lam memahami ajaran dasar Islam.
Memandikan & Menshalati Mayat Non-Muslim
Memberi Jaminan Sosial Hari Tua Non-Muslim
Kebebasan Beribadah Non-Muslim

Kebebasan Beribadah Non-Muslim

SELASA, 13 NOVEMBER 2018

Non-Muslim Sebagai The Inner Circle

Non-Muslim Sebagai The Inner Circle

SENIN, 12 NOVEMBER 2018

Membesuk Non-Muslim Yang Sakit

Membesuk Non-Muslim Yang Sakit

JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018

Menyerahkan Sahabat Untuk Dihukum Musuh
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00

Mukernas PPP Kubu Jakarta

Mukernas PPP Kubu Jakarta

, 15 NOVEMBER 2018 , 14:36:00