GKR Hemas: Perempuan Indonesia Maju Jika Semua Bergerak Bersama

Selasa, 06 November 2018, 14:20 WIB | Laporan: Hendry Ginting

GKR Hemas/RMOL

RMOL. Penyerataan gender bukan dimaksud untuk menyamakan antara laki-laki dan perempuan. Melainkan untuk memberikan perlindungan kepada perempuan yang selama ini banyak tertinggal akibat faktor budaya yang masih merendahkan perempuan.

Demikian dikatakan senator Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bertema “Penguatan Kelembagaan Pembangunan Perempuan dan Anak Menuju Planet 50:50 Gender Equality Tahun 2030”, di Jakarta, Selasa (6/11).

Untuk itu, GKR Hemas berharap KPPA bergerak lebih aktif dan memberikan dukungan konkret kepada perempuan yang terjun di dunia politik.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

“Tentu saja saya menggarisbawahi bahwa keterwakilan perempuan itu penting agar kepentingan perempuan disuarakan dalam kebijakan. Contoh ada seorang perempuan potensial di NTB, yang setelah didukung kemudian berhasil menjadi ketua DPRD dan mampu membawa anggaran untuk kesejahteraan perempuan dan anak,” katanya.

Selain itu, GKR Hemas juga meminta agar Kementerian ini secara terbuka menyampaikan permasalahan dalam kinerja, termasuk kegagalan dalam pemenuhan target pembangunan.
 
“Saya ingat pernah ikut pertemuan di UN, di sana pun saya agak kecewa dengan kementerian yang hadir. Indonesia tidak pernah melaporkan kegagalannya, tapi Indonesia menuai bahwa MDGs gagal. Kita tidak perlu bohong ke negara lain,” tegas GKR Hemas.

Dalam kegiatan tersebut, GKR Hemas juga mengajak seluruh peserta bekerja bersama untuk memajukan sesama perempuan sekalipun berasal dari partai politik yang berbeda.

“Perempuan Indonesia hanya akan maju jika kita semua bergerak bersama-sama, ketika anda maju, copot baju partai anda, suarakan bahwa anda adalah perempuan Indonesia. [ian]
Tag:

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading