Popularitas Caleg Tidak Menjamin Tingginya Pemilih

Sabtu, 20 Oktober 2018, 02:38 WIB | Laporan: Johannes Nainggolan
RMOL. Popularitas caleg tidak menjamin adanya korelasi yang lurus dengan elektabilitas atau keterpilihan dari masyarakat.

Begitu kata Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet.

Menurutnya ada dua tahap yang harus dilewati para caleg untuk mempunyai elektabilitas. Pertama, menyapa konstituen atau pemilih dengan mencoba merespon permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

Kedua, setelah dikenal konstituennya, barulah melewati proses penerimaan masyarakat terhadap caleg tersebut.

"Ketika para caleg sudah melewati dua proses tersebut, atau membangun komunikasi politik dengan pemilih maka keterpilihannya atau elektabilitasnya akan ada," ucap Adiyana saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (19/10).

Adiyana menambahkan, pemilih atau konstituen perlu diyakinkan melalui proses pendekatan yang cukup panjang, sehingga tidak hanya mengedepankan popularitas caleg tersebut.

Menurutnya proses mendapatkan elektabilitas itu harus melalui waktu yang panjang, membangun kedikenalan, dan membangun pemikiran masyarakat.

"Baru disitu muncul elektabilitas atau keterpilihan dari caleg tersebut tinggi," pungkas Adiyana. [nes]

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading