Mahyudin Ingin Sosialisasi Empat Pilar Tuntas

Rabu, 17 Oktober 2018, 05:27 WIB | Laporan: Ujang Sunda

Mahyudin/Net

RMOL. Wakil Ketua MPR Mahyudin melakukan sosialisasi 4 Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Selasa (16/10). Dalam sosialisasi itu, Mahyudin tidak cuma ceramah lalu pergi. Dia melanjutkan dengan diskusi berjam-jam bersama para peserta sampai acara bubar.

Mahyudin melakukan sosialisasi di dua tempat. Pertama, di SMAN 3 Tenggarong, Kutai Kertanegara. Pesertanya di sini adalah anak-anak SMA dan perwakilan guru se-Tenggarong. Kedua, di Gedung Serbaguna Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kertanegara. Peserta sosialisasi di sini adalah tokoh masyarakat, kalangan muda, dan mahasiswa.

Di lokasi pertama, Mahyudin tiba pukul 9 pagi. Saat itu, belum semua peserta hadir. Namun, karena Mahyudin sudah datang, panitia memutuskan untuk langsung memulai acara. Saat Mahyudin pidato, beberapa peserta bergegas masuk ruangan dan mencari kursi. Mahyudin tidak marah.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"Silakan. Enggak apa-apa. Mungkin sayanya yang datang kepagian," ucapnya.

Dalam pidatonya, Mahyudi tidak mengupas 4 Pilar secara spesifik. Sebab, pengetahuan SMA 3 Tenggarong sudah cukup baik. Di 2017, SMA ini juara 1 lomba cerdas cermat 4 Pilar tingkat nasional.

Mahyudin memilih berbicara mengenai pentingnya pembentukan karakter bangsa. Agar para generasi muda memiliki semangat juang tinggi, punya etos kerja baik, tidak gampang menyerah, dan tidak korupsi saat menjadi pemimpin di kemudian hari.

"Begitu pentingnya membangun karakter. Kenapa ada sosialisasi 4 Pilar ada? Ini untuk membangun karakter bangsa," papar politisi senior Partai Golkar ini.

Pidatonya sekitar setengah jam. Setelahnya, ada dua pembicara lain yang berasal dari akademisi dan tokoh lokal. Mahyudin tak beranjak dari tempat duduknya. Dia ikut mendengarkan paparan dari dua tokoh tadi.

Beres itu, panitia membuka tanya jawab. Ternyata, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak pernyataan ditujukan ke Mahyudin. Pertanyaannya mulai dari masalah pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, kemiskinan, sampai masalah korupsi. Mahyudin menjawab satu per satu pertanyaan sampai habis. Tak terasa waktu pun sudah lewat pukul 12 siang. Panitia kemudian menutup acara. Mahyudin keluar lokasi bareng dengan bubarnya peserta.

Alhamdullilah acaranya sukses, pesertanya antusias, dan pertanyaannya bagus-bagus. Mudah-mudahan Pancasila menjadi kehidupan kita sehari-hari," ucapnya usai acara.

Mengenai ikut diskusi sampai berjam-jam, Mahyudin mengaku ingin bekerja dengan tuntas.

"Kita harus balance atas apa yang diterima dengan yang harus diberikan. Saya kan dibiayai negara. Makan dibiayai negara, hotel dibiayai negara. Untuk apa buru-buru pergi. Kita bekerja harus tuntas, biar memuaskan semua," terangnya.

Di tempat kedua, Mahyudin melakukan langkah serupa. Pertama, dia memaparkan materi tentang 4 Pilar, mulai dari istilah sampai pelaksanaannya. Setelahnya, dia juga diskusi dan tanya jawab dengan masyarakat sampai acara beres.

Lokasi kedua sebenarnya kurang representatif. Ruangannya tidak berpendingin. Hanya pakai kipas angin. Saat masuk, kondisi ruangan sangat gerah. Di tengah acara, terjadi hujan. Atap gedung yang terbuat dari seng membuat bunyi hujan sangat berisik. Meski begitu, Mahyudin tetap betah memberikan sosialisasi sampai tuntas. [ian]

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading