Hanura

Di Forum ASEAN, Amran Beberkan Peran Indonesia Dalam Keamanan Pangan Global

Tani  JUM'AT, 12 OKTOBER 2018 , 03:49:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Di Forum ASEAN, Amran Beberkan Peran Indonesia Dalam Keamanan Pangan Global

Amran Sulaiman (empat dari kanan) dan menteri pertanian dari negara anggota ASEAN/Humas Kementan

RMOL. Indonesia telah mengambil banyak langkah ke depan dan membuat kemajuan signifikan untuk keamanan pangan di kawasan ASEAN.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat menghadiri pertemuan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ASEAN (AMAF) Ke-40 di Hanoi, Vietnam, Kamis (11/10).

Untuk diketahui, acara ini dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Vietnam dan dihadiri menteri pertanian dari Malaysia, Laos, Kambodia, Brunei, Vietnam, Thailand, dan Singapura.

"Pada tahun 2015 kami meluncurkan program Upaya Khusus. Program ini berskala nasional berdasarkan pendekatan modern, inovatif dan holistik. Mencakup perubahan kebijakan yang ada, pengembangan infrastruktur pertanian dan industri hilir, mengelola rantai pasokan, dan mengembangkan rencana pemberdayaan untuk petani dan masyarakat pedesaan," ujar Amran di hadapan para menteri dan delegasi.

Dengan program ini, lanjutnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada berkelanjutan di sejumlah komoditas makanan pokok seperti beras, bawang merah, cabai dan jagung. Selanjutnya ekspor pertanian Indonesia meningkat 24 persen dan diperluas ke wilayah komoditas baru.

Paling penting, masih kata Amran program Upaya Khusus secara signifikan mendukung peningkatan kesejahteraan pedesaan. Jumlah penduduk berpenghasilan rendah di daerah pedesaan telah menurun rata-rata 600 ribu setiap tahun.

"Pada Maret tahun ini untuk pertama kalinya Indonesia mencapai peringkat kemiskinan satu digit. Kemiskinan sekarang berada pada tingkat terendah sejak kemerdekaan kita," lanjutnya bangga.

Pengembangan pusat-pusat produksi yang berkelanjutan khususnya organik di daerah perbatasan memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan pertanian di masyarakat pedesaan yang  membutuhkan dan menyediakan akses yang mudah ke negara-negara tetangga ASEAN dalam hal ekspor.

Dalam pidatonya Amran juga menaruh perhatian pada makanan halal. Menurutnya, permintaan yang semakin tinggi terhadap produk makanan halal di pasar global membuat panduan praktik halal di tingkat ASEAN menjadi sebuah kebutuhan.

Di sektor perikanan, lanjutnya, Indonesia mempromosikan praktik perikanan yang bertanggung jawab. Termasuk memerangi kegiatan perikanan tidak sah, tidak dilaporkan pada institusi pengelola perikanan yang berwenang, dan kegiatan perikanan yang belum diatur dalam peraturan yang ada (IUU fishing).

Juga menerapkan dokumentasi tangkapan dan ketertelusuran produk ikan dan perikanan, dan meningkatkan daya saing perikanan dan kualitas produk.

Amran mengajak para pemimpin yang duduk dalam forum AMAF, mengesahkan Nota Kebijakan Tailing Eco ASEAN, untuk mendukung Pembentukan Skema Pelabelan Ekosistem Regional ASEAN.

Atas nama Presiden RI Joko Widodo ia juga mengundang semua Kepala Negara ASEAN dan Menteri di bidang kelautan dan perikanan, untuk menghadiri Konferensi Laut Kita pada 29-30 Oktober 2018 di Bali, Indonesia.

Menutup pidato, Amran Sulaimen menyampaikan optimismenya akan kemampuan masing-masing anggota ASEAN dalam memastikan ketahanan pangan di negara mereka masing-masing. [nes] 

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

, 14 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Dibonceng Ojek Online

Dibonceng Ojek Online

, 16 DESEMBER 2018 , 17:45:00

Anies Sambut Jakmania

Anies Sambut Jakmania

, 16 DESEMBER 2018 , 03:34:00

Sinterklas Di Protes Rompi Kuning

Sinterklas Di Protes Rompi Kuning

, 15 DESEMBER 2018 , 19:50:00