Dr. H. Oesman Sapta

INSA: Pengenaan Tarif Di Pelabuhan Tak Lazim

Ekbis  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 17:30:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

INSA: Pengenaan Tarif Di Pelabuhan Tak Lazim

Carmelita Hartoto/Net

RMOL. Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) menyoroti pengenaan tarif pelabuhan yang tidak sesuai dengan praktek internasional. Di samping itu tidak memiliki dasar kesepakatan antara pelayaran dan operator pelabuhan.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, pengenaan tarif dimaksud adalah tarif jasa barang dan tarif progresif. Tarif jasa barang merupakan tarif yang dikenakan operator pelabuhan untuk consignee atau shipper.

"Namun pada praktek di lapangan, operator pelabuhan mengenakannya kepada pelayaran. Alasannya, operator pelabuhan kerap memakan waktu yang lama untuk menerima pembayaran tarif jasa barang dari consignee atau shipper," katanya di Jakarta, Kamis (11/10).
 
Memey, sapaan akrab Carmelita menjelaskan, pelayaran harus menanggung lebih dulu beban biaya tarif jasa barang. Untuk selanjutnya pihak pelayaran yang menagih kepada consignee ataupun shipper.

Dalam dunia pelayaran internasional, pola seperti ini tidak lazim.

"Pada tarif progresif yang juga memberatkan pelayaran karena penerapannya tanpa berdasarkan service level agreement (SLA) atau service level guarantee (SLG) antara pelayaran dan operator pelabuhan. Kesepakatan SLA atau SLG dibuat dengan menimbang perfomance pelabuhan dan pelayaran," katanya.

Memey menegaskan, jika lambatnya produktivitas pelabuhan disebabkan oleh performance operator pelabuhan maka tarif progresif tidak bisa dibebankan kepada pelayaran. Sebaliknya jika keterlambatan disebabkan pihak pelayaran tentunya tarif progresif menjadi beban pelayaran.

"Untuk itu, penerapan tarif progresif di pelabuhan tanpa adanya kesepakatan SLA atau SLG sulit diterapkan dan merugikan pelayaran. Kalau tidak ada SLA atau SLG, maka tarif tersebut sulit diterapkan," ujarnya.[wid]
 

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Pertamina

Pertamina "Dilemahkan" Penguasa Sendiri

, 19 FEBRUARI 2019 , 12:33:00

Prabowo Jenguk Ahmad Dhani

Prabowo Jenguk Ahmad Dhani

, 19 FEBRUARI 2019 , 16:19:00

Diskusi Pasca Debat

Diskusi Pasca Debat

, 19 FEBRUARI 2019 , 18:43:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies