Hanura

Sabun Batu Untuk Segala Tipe

Dahlan Iskan  SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 05:00:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

Sabun Batu Untuk Segala Tipe

Dahlan Iskan/Net

WAKTU mandi saya kini lebih lama. Sedikit. Terutama setelah baca buku ini: Real World Skin Solutions.

Ada anjuran dari buku itu: agar kita lebih mencintai kulit kita. Dengan cara mengenali kulit kita lebih dalam.

Waktu terbaiknya: saat mandi.

Buku itu ditulis seorang doktor ahli kulit. Lulusan tiga universitas: Amerika, Australia dan Irlandia. University of California, Royal Melbourne Institut of Technology dan Royal College of Surgeons.

Namanya: Dr dr Ahmed Al-Kahtani. Asli Uni Emirat Arab.

Saya pun sadar: kulit manusia itu penting - apalagi untuk wanita. Jangan samakan kulit Anda dengan kulit salak. Atau kulit mangga. Yang Anda anggap sebagai sampah. Harus dikupas. Lalu dibuang.

Kita lupa bahwa mangga itu enak karena ada kulitnya. Bayangkan. Manusia tanpa kulit. Seperti apa wujudnya.

Memang ada satu organ yang kelihatan lebih gagah tanpa kulit. Organ laki-laki. Tapi bagian kulit yang dibuang waktu sunat itu bukanlah kulit mangga. Meski dikupas tapi tidak seharusnya dibuang. Bisa untuk sumber penelitian ilmu kulit.

Bagaimana kalau kita tidak ingin cantik? Bersikap biar saja kulit kering dan keriput? Tetapkah perlu lebih memperhatikan kulit?

Saya ikut melongok seminarnya para dokter ahli kulit. Se Indonesia. Di Surabaya. Sabtu lalu.

Yang mencintai kulit maupun yang abai pada kulit dasarnya sama-sama kurang mencintai kulit mereka.

Di sebelah saya dokter kulit asal Bengkalis, Riau. Untuk hadir di situ harus bayar Rp 6 juta.

Di daerah terpencil banyak yang sakit kulit. Karena tidak punya uang. Di kota besar banyak yang sakit kulit. Karena kelebihan uang.

Kasus-kasus sakit kulit di kota besar justru akibat kosmetik. Beli kosmetik sudah mengalahkan kebutuhan apa pun.

Pedagang kosmetik sangat canggih. Yang berbasis organik punya cara organik. Yang berbasis DNA terlihat lebih futuristik. Yang berbasis stemcell terasa lebih modern.

Tidak perlu memikirkan: bagaimana logikanya. Seperti apa ilmiahnya.

Misalnya: stemcell itu kan benda hidup; bagaimana bisa benda hidup  dibotolkan. Berbulan-bulan. Atau bahkan diminum. Seperti obat. Masuk perut. Dilumat oleh pencernaan.

Ternyata istilahnya saja stemcell. Istilah yang keren bagian dari marketing.

Kata 'organik' atau 'DNA' atau juga 'stemcell' memang sudah seperti mantra.

Baru dari buku itu saya sadar. Fungsi kulit itu luar biasa hebatnya. Untuk kesehatan tubuh kita. Juga untuk kecantikan makhluk wanita.

''Jagalah kulitmu. Seperti menjaga uang,'' kata buku itu. Jangan pernah mengharap hasil cepat untuk perawatan kulit.

Saya seperti kena tembak. Saya telah mengabaikan kulit saya seumur hidup saya.

Bahkan waktu di pesantren dulu. Tidak pernah pakai sabun. Sabun saya batu. Digosok-gosokkan ke kulit. Tangan. Kaki. Dada. Batu itu dipakai bergantian. Ada beberapa batu di kamar mandi. Sering pula dua-tiga orang mandi bersama. Saling menggosokkan batu ke punggung.

Saya tidak pernah peduli: kulit saya tipe A, B, C atau tipe gabungan. Yang sebenarnya memerlukan perawatan yang berbeda. Kosmetik yang tidak sama.

Memang ada petunjuk untuk melakukan sendiri. Test kulit. Untuk mengetahui kulit Anda tipe normal, berminyak atau kering. Atau gabungan antara tiga itu.

Tentu saya tidak akan pernah. Sampai memasuki tahap perawatan kulit seperti itu. Setidaknya saya sudah bisa mandi lebih lama dari dulu. Yang selalu diburu waktu.

Tapi belum sampai pada tahap meniliti sabun. Apakah sabun di kamar mandi saya cocok untuk tipe kulit saya. Tidak pernah membaca bungkus sabun: apa saja bahan yang ada di sabun itu.

Saya juga tahu ini. Ada tiga tahap dalam merawat kulit: membersihkan, membasahi (melembabkan) dan melindungi. Itu UUD merawat kulit. Tapi saya selalu melanggar UUD tersebut. Kecuali ini: kini lebih sering pakai lengan panjang.

Asyik sekali saya membaca buku hasil riset kulit ini. Sampai lupa siapa saja yang kemarin dipilih jadi cawapres. [***]

Komentar Pembaca
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018

Mahathir Kembali Urus Jembatan Bengkok

Mahathir Kembali Urus Jembatan Bengkok

SELASA, 13 NOVEMBER 2018

Singapore Mencari Generasi Keempat

Singapore Mencari Generasi Keempat

MINGGU, 11 NOVEMBER 2018

Profesor Egaliter Untuk Yang Tanpa Kasir
Rusto's Tempeh Man Jadda

Rusto's Tempeh Man Jadda

KAMIS, 08 NOVEMBER 2018

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap
Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

, 15 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16