Verified
Hanura

Aktivis Kecewa, Tuntut Keadilan Ke Komisi Yudisial

Terduga Pelaku TPPO Diputus Bebas

Bongkar  RABU, 08 AGUSTUS 2018 , 08:54:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aktivis Kecewa, Tuntut Keadilan Ke Komisi Yudisial

Foto/Net

RMOL. Jaringan Advokasi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim yang dilakukan majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang ke Komisi Yudisial.

 Dalam putusan itu, terdakwa yang merupakan Direktur PT Sofia Sukses Sejati (SSS) dipu­tus 'lepas dari segala tuntutan hukum.'

Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care, Nur Harsono, mengatakan selama proses pera­dilan, perilaku hakim diduga bertentangan dengan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang tertuang dalam Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial.

"Hakim harusnya berperi­laku adil, bersikap profesional, mandiri, berintegritas tinggi," katanya. Selain itu, di persidan­gan hakim juga diduga melang­gar Perma no. 3 tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum.

Pasal 5 huruf a dalam Perma tersebut menyatakan, hakim tidak boleh menunjukkan sikap atau mengeluarkan pernyataan yang merendahkan, menyalah­kan dan/atau mengintimidasi perempuan berhadapan dengan hukum.

Sementara Pasal 7 menye­butkan, selama jalannya pemeriksaan persidangan, hakim agar mencegah dan/atau me­negur para pihak, penasihat hukum, penuntut umum dan/atau kuasa hukum yang bersikap atau membuat pernyataan yang merendahkan, menyalahkan, mengintimidasi dan/atau meng­gunakan pengalaman atau latar belakang seksualitas perempuan berhadapan dengan hukum.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

, 23 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Indonesia Berpotensi Jadi Mangkuk Pangan Asia
Bersihkan Puing Gempa Lombok

Bersihkan Puing Gempa Lombok

, 21 OKTOBER 2018 , 08:17:00

Patung Dua Kim

Patung Dua Kim

, 23 OKTOBER 2018 , 00:49:00

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

, 20 OKTOBER 2018 , 14:50:00