Hanura

Golkar: Idealnya Cawapres Jokowi Piawai Ekonomi

Politik  MINGGU, 22 JULI 2018 , 15:26:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Golkar: Idealnya Cawapres Jokowi Piawai Ekonomi

Foto: Net

RMOL. Golkar memilih fokus terhadap soliditas koalisi. Mereka tidak terlalu merisaukan siapa yang dipilih petahana Jokowi sebagai cawapres.

Meski demikian, Golkar tetap memberi saran terkait figur ideal bagi pendamping Jokowi.
 
Ketua DPP Partai Golkar Eka Sastra menekankan, sejak awal partainya sudah berkomitmen mendukung Jokowi sebagai capres periode 2019-20124. Penetapan dukungan pada Jokowi bahkan dilakukan melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar. Namun, Golkar akan menyodorkan nama apabila diminta Jokowi untuk mengajukan nama cawapres.
 
Antisipasi juga sudah dilakukan Golkar. Mereka menunjuk pendamping Jokowi harus piawai dalam hal ekonomi. Tujuannya agar perekonomian Indonesia stabil di tengah kondisi ketidakpastian global.

"Bagi Golkar, kalau diminta pasti diberikan. Yang jelas, pendamping bagi Jokowi harus memperkuat industri agar fundamental ekonomi aman di tengah tekanan global," terang Eka.
 
Mendukung konsep tersebut, kata Eka, sedikitnya ada empat isu yang menjadi fokus Golkar saat ini. Elemen ini di antaranya stabilitas pangan dan ketersediaan lapangan kerja. Terkait perumahan atau papan, Golkar juga menggaris bawahi isu tersebut.

"Semua isu terkait kesejahteraan rakyat. Industri 4.0 juga penting karena sejalan generasi milenial dan perubahan struktur produksi juga konsumsi," tuturnya.

Eka menjelaskan, figur cawapres idealnya mengerti betul konsep revolusi industri 4.0. Sebab, saat ini konseptualnya lebih banyak menganut paham konvensional. Saat ini perubahannya memakai konsep digital.

"Artinya, semua juga harus menyesuaikan. Konsep konvensional ini harus ditinggalkan. Frame ke depan mengacu industri 4.0," imbuh Eka.
 
Ekonomi memang menjadi tantangan bagi ke depannya. Untuk itu, menurut dia, idealnya tiap poros kekuatan koalisi mengeluarkan gagasan terkait masa depan ekonomi. Artinya, apakah pro pasar bebas atau masih perlu negara dilibatkan untuk mengatasi persoalan ekonomi.

"Dalam kontestasi Pilpres, perdebatan harusnya mengarah pada gagasan ekonomi yang akan dipilih dan jalankan,” tutur angota Komisi VI DPR ini lagi.
 
Eka kembali menegaskan, perdebatan capres-cawapres dengan melibatkan agama dan suku ini sudah harus ditinggalkan. Idealnya, perdebatan minimal mengarah kepada penjabaran startegi pemenangan Pilpres 2019.

"Sudah bukan momentumnya berdebat dengan melibatkan agama atau suku. Sekarang ini, yang dibahas apakah akan meninggalkan subsidi rakyat atau menguatkan peran negara,” katanya. [wid]


Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

KKB Di Papua Hanya Ingin Eksis

KKB Di Papua Hanya Ingin Eksis

, 11 DESEMBER 2018 , 15:00:00

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

, 11 DESEMBER 2018 , 03:08:00

Surat Suara Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019

, 12 DESEMBER 2018 , 00:32:00

Terintegrasi Bus Damri

Terintegrasi Bus Damri

, 10 DESEMBER 2018 , 16:45:00