Verified
Dr. H. Oesman Sapta

KPU Minta Golkar Hormati Larangan Eks Napi Nyaleg

Politik  KAMIS, 19 JULI 2018 , 17:54:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesalkan sikap Partai Golkar yang tetap memasukan mantan napi korupsi ke dalam daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

Pasalnya, pihak KPU telah mengingatkan partai politik (parpol) agar tidak mencalonkan orang pernah terlibat kasus korupsi, sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) 20/2018.

"Semua pihak tentu saja harus menghormati PKPU. Sebab PKPU sudah diundangkan. Artinya, semua pihak dianggap mengakui," imbau Wahyu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (19/7).

Wahyu berharap semua pihak menghormati PKPU tanpa terkecuali. Meski pun peraturan tersebut masih dalam proses uji materi di Mahkamah Agung (MA) oleh sejumlah pihak.

"Tetapi sepanjang belum ada putusan MA, maka terkait dengan PKPU 20/2018 itu, saat ini KPU tetap berpegang dan berpedoman kepada PKPU," pungkasnya.

DPP Golkar mengakui partainya mencalonkan dua orang yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Keduanya adalah Ketua DPD I Golkar Aceh Teuku Muhammad Nurlif dan Ketua Harian DPD I Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono.

Nurlif terlibat kasus suap berupa travel cek saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom pada tahun 2004. Ia divonis 1 tahun 4 bulan penjara.

Sementara Iqbal Wibisono terlibat korupsi dana Bansos Provinsi Jateng untuk Kabupaten Wonosobo tahun 2008. Ia divonis satu tahun penjara. [ian]

Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini
Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

Prabowo-Sandi Berpelukan

Prabowo-Sandi Berpelukan

, 15 JANUARI 2019 , 12:46:00

Bermalam Di Depan Istana

Bermalam Di Depan Istana

, 15 JANUARI 2019 , 13:51:00

Jajal Kartu Pintar NPWP

Jajal Kartu Pintar NPWP

, 15 JANUARI 2019 , 23:59:00