Hanura

ABK WNI Di Argentina: Kami Terapung 7 Jam Dengan Suhu 3 Derajat Celsius

Dunia  KAMIS, 19 JULI 2018 , 09:54:00 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

ABK WNI Di Argentina: Kami Terapung 7 Jam Dengan Suhu 3 Derajat Celsius

Foto: KBRI Argentina

RMOL. Delapan Awak Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil diselamatkan dari kapal ikan Dorneda yang tenggelam di Samudera Altantik pada Jumat (20/7) lalu, akan diberangkatkan pulang ke Tanah Air meskipun masih dalam keadaan trauma.

Salah seorang korban selamat, Mufakhirun menceritakan, dirinya terapung di laut selama tujuh jam, sekitar 308 mil laut dari Kota Pelabuhan Comodoro Rivadavia.

"Kami terapung pukul 23.30, dan ditemukan oleh Kapal Farruco mungkin sekitar pukul 05.00 pagi. Keadaan kami sangatlah miris, seluruh badan hampir kedinginan di mana saat itu suhu di laut 3-4 derajat celcius," tutur Mufakhirun dalam video yang diterima Kantor Berita Politik RMOL dari Pejabat Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Buenos Aires, Antonius Prawira Yudianto, Rabu malam (18/7).

Dua kapal yang dikirim ke lokasi tenggelamnya Dorneda, yaitu Kapal Beagle I dan Farucco yang diperintah Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim (MRSC) Angkatan Laut Argentina berhasil menyelamatkan 25 orang ABK, termasuk delapan dari WNI. Sementara satu orang dalam kondisi meninggal, seorang lainnya dinyatakan hilang. Kedua korban merupakan warga Peru.

Kapal Farucco membawa korban tenggelam ke Montevideo Uruguay, dan Kapal Beagle I menuju Pelabuhan Mar del Plata, Argentina.

"Mereka sekarang dalam kondisi sehat walaupun sebagian besar masih kena batuk dan flu karena waktu mereka berada di air adalah tujuh jam sebelum ditemukan dan keadaannya dingin di sekitar Samudra Atlantik," Yudianto menjelaskan.

Yudianto menambahkan, seluruh ABK WNI akan dipulangkan ke Indonesia. Seorang ABK telah diberangkatkan sejak kemarin (Rabu, 18/7) waktu Argentina dan dijadwalkan tiba hari ini (Kamis, 19/7) pukul 14.45 WIB di Jakarta.

"Untuk kepulangan kami harapkan secepatnya, kami tengah berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal dan agen kapal agar sebelum pulang para ABK bisa mendapatkan hak-haknya," tuturnya.

"Sebagaimana penjelasan ABK, dalam kejadian ini diduga penyebab besar disebabkan oleh Kapten di kapal tersebut dalam mengantisipasi dan mengoperasikan kapal, yang kini Kapten sedang ditahan karena ingin kabur dari tanggung jawab," lanjut Yudianto.

Terkait dengan kelanjutan status kerja para ABK WNI, pihaknya kini masih mempertimbangkan hal itu lantaran keadaan psikis yang masih trauma.

"Selama mereka kita temui nampak masih trauma dan syok. Jadi untuk kembali bekerja kita akan serahkan kepada mereka dan agen. Sebagian besar kru adalah pelayar yang sudah memiliki pengalaman lama di kapal. Saya berharap mereka bisa kembali bekerja walau di kapal berbeda," ujarnya.

KBRI Buenos Aires berharap ke depan hal ini tidak terjadi lagi, meskipun bencana datang tidak dapat diprediksi.

"Adapun Perwakilan RI akan selalu siap dalam misi melindung WNI kita di luar negeri dan memfasilitasi segala keperluan mereka apabila terjadi masalah seperti ini," tandas Yudianto. [wid]

Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

KKB Di Papua Hanya Ingin Eksis

KKB Di Papua Hanya Ingin Eksis

, 11 DESEMBER 2018 , 15:00:00

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

Potensi Korupsi Proyek Infrastruktur

, 11 DESEMBER 2018 , 03:08:00

Surat Suara Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019

, 12 DESEMBER 2018 , 00:32:00

Terintegrasi Bus Damri

Terintegrasi Bus Damri

, 10 DESEMBER 2018 , 16:45:00