Hanura

Trump Pudelnya Putin

Kritik Keras Media Inggris

Dunia  KAMIS, 19 JULI 2018 , 09:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Trump Pudelnya Putin

Foto/Net

RMOL. Dianggap lebih percaya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin ketimbang intelijennya sendiri, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dihujani kecaman. Di halaman muka sejumlah surat kabar dunia, Trump disebut pengkhianat. Bahkan, media Inggris menyebut Trump "anjing pudelnya" Putin.

Adalah media Daily Mirror yang melabeli Trump sebagai 'Putin's poodle' atau 'anjing pudelnya Putin.' Daily Mirror mengutip komentar eks Direktur CIA John Brennan yang menyebut penampilan Trump tidak lebih dari pengkhianatan. Daily Mirror memajang foto Trump sedang menundukkan kepala saat berdiri di sebelah Putin yang tersenyum kecil.

Untuk diketahui, dalam pertemuan dengan Putin di Helsinki, Finlandia awal pekan ini, Trump menolak mendukung hasil penyelidikan intelijen Amerika bahwa Rusia melakukan intervensi terhadap Pilpres 2016.

Sebaliknya, Trump malah terang-terangan mendukung bantahan Putin yang dipujinya sebagai luar biasa kuat dan berpengaruh.

Media "tuan rumah pertemuan" kedua pemimpin negara adidaya itu ikut memberikan sindiran atas pernyataan Trump. "Trump 0-1 Putin," tulis surat kabar Kauppalehti yang menggunakan analogi sepak bola dalam headline-nya. Surat kabar itu menyertakan foto Trump sedang memegang bola yang kemudian diberikan kepada Putin. Pertemuan Trump dan Putin ini digelar, Senin (16/7) lalu, atau sehari setelah pertandingan final Piala Dunia 2018 digelar di Rusia.

Media-media Eropa lainnya tak kalah keras menyindir Trump. Surat kabar Swedia, HBL, menuliskan "Putin: Trump favorit saya" di bawah foto Putin sedang tersenyum.

Surat kabar Prancis, Le Monde, menyebut "Donald Trump, sekutu terbaik Putin" di headline-nya. Kemudian, media Italia, La Repubblica, memberi judul headline-nya "Kesepakatan terhebat Trump-Putin, pemberontak intelijen Amerika."

Sementara, media-media Rusia lebih sibuk mengulas jabat tangan antara Trump dan Putin saat pertemuan. Salah satunya Komsomolskaya Pravda yang menulis headline, "Bagaimana jabatan tangan antara Putin dan Trump kemarin berbeda dari tahun lalu." Sedangkan surat kabar Rusia, MK, menyebut, "Dan mereka tidak mengatakan apapun soal kekuatan jabat tangan mereka."

Bagaimana dengan media-media Amerika? Jangan ditanya. Sudah pasti mereka semua "menyerang"  Trump. New York Times yang merilis headline berbunyi "Trump, dengan Putin, menyerang intelijen tahun 2016." Judul itu ditulis di atas sebuah foto di mana keduanya sedang berjabat tangan.

Wall Street Journal pada halaman depannya menyatakan konferensi pers Trump dan Putin sebagai hal memalukan bagi negara dan personal. Sedangkan New York Post merilis headline bernada sindiran tajam yang berbunyi "See No Evil" dan "Prez gives Bear hug to wicked BFF Vlad, jabs US intel."

Trump juga menuai kecaman dari para politikus senior Partai Republik dan Partai Demokrat. Senator John McCain menyebut Trump memalukan dan tercela. Sikap Trump merupakan titik rendah bersejarah bagi kepresidenan Amerika dan pertemuan di Helsinki antara Trump dan Putin merupakan kesalahan tragis.

"Tidak ada presiden sebelumnya yang pernah merendahkan dirinya lebih hina seperti itu di hadapan seorang tiran," ujarnya.

Kritikan juga disampaikan para pejabat intelijen Amerika. Direktur Intelijen Nasional Dan Coats mengatakan, badan-badan intellijen Amerika telah jelas dan berdasarkan fakta dalam penilaian mereka bahwa Moskow mencampuri Pilpres Amerika dua tahun lalu.

Ketua DPR Paul Ryan juga mengecam Trump. "Presiden harus mengapresiasi Rusia bukan sekutu kita. Tidak ada kesetaraan moral antara Amerika Serikat dan Rusia, yang tetap memusuhi nilai-nilai dan cita-cita paling mendasar kita," kata Ryan.

Kecaman senada disampaikan senator Republik lainnya, Jeff Flake. "Ini memalukan. Saya tidak pernah berpikir saya akan melihat hari ketika Presiden Amerika kita akan berdiri di atas panggung dengan Presiden Rusia dan menyalahkan Amerika Serikat atas agresi Rusia," tegasnya.

Kata-kata lebih keras disampaikan Chuck Schumer. "Bagi Presiden Amerika Serikat berpihak ke Presiden Putin melawan penegakan hukum Amerika, pejabat-pejabat pertahanan Amerika dan badan-badan intelijen Amerika adalah hal yang tidak dipikirkan, berbahaya, dan lemah," kata Schumer yang juga politikus senior Demokrat di Senat Amerika.

Setelah menuai kecaman luas di Amerika dan kalangan partainya sendiri, Trump meralat pernyataannya, Selasa (17/7). Dia mengaku salah omong. Trump yang dalam pertemuan dengan Putin menyebut, "Saya tidak melihat alasan mengapa itu terjadi" mengaku lupa menyertakan kata "tidak". Seharusnya dia mengatakan: "Saya tidak melihat alasan mengapa itu TIDAK terjadi." Tapi dia khilaf melewatkan kata 'tidak' itu di Helsinki. Trump percaya penuh dan mendukung badan-badan intelijen Amerika. Ketika sedang mengulangi pernyataan itu, lampu-lampu di ruangan tiba-tiba memudar gelap. "Ups, mereka baru saja mematikan lampu. Itu pasti badan intelijen," Trump mencoba berkelakar. ***

Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00