Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Wapres JK: Keadilan Dan Kemakmuran Yang Buat Bangsa Tetap Bersatu

Politik  KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:16:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Wapres JK: Keadilan Dan Kemakmuran Yang Buat Bangsa Tetap Bersat

Jusuf Kalla/Net

RMOL. Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla mengatakan selama 73 tahun Indonesia merdeka, konflik yang berpotensi pada perpecahan bangsa sudah 15 kali terjadi.

Dari 15 konflik itu, 10 diantaranya terjadi karena para pelaku merasa ada ketidakadilan, baik itu ketidakadilan sosial, ekonomi, maupun politik negara terhadap daerah mereka.

Misalkan, wilayah Sumatera dan Sulawesi yang merasa pemerintah tidak adil dalam hal pembangunan. Pemerintah dirasa hanya mengutamakan pembangunan di daerah-daerah di Pulau Jawa ketimbang di daerah mereka.

"Juga Aceh. Aceh pemberontakan GAM itu akibat karena merasa Aceh punya gas tapi tidak menikmati gas itu. Maka karena itu terjadilah pemberontakan, perpecahan," sebut Wapres JK saat memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7).

Ditekankannya cara untuk mengatasi perpecahan ada dua. Yakni dengan operasi militer ataupun dengan dialog demi mencapai kedamaian. Namun untuk menghindari perpecahan, caranya adalah dengan menciptakan rasa keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

"Salah satu cara untuk menghindari perpecahan ialah kehadiran bangsa Indonesia. Memang Pancasila ada 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia', itu antara lain sangat penting untuk kita pahami," jelasnya.

Diakui JK, salah satu elemen penting untuk menjaga agar bangsa ini tidak pecah adalah mewujudkan keadilan sosial. Dan yang tidak kalah penting dari itu menurut dia adalah kesejahteraan rakyat.

Pasalnya, menurut dia tidak sedikit orang-orang yang ingin berpisah dari NKRI adalah mereka yang marah akibat tidak memiliki pekerjaan yang layak.

"Apabila masyarakat kita kehidupannya miskin, tentu akan terjadi keresahan," tandasnya.

Makanya, imbuh politisi senior Partai Golkar itu, merupakan kewajiban pemerintah untuk terus mengupayakan ekonomi bangsa terus berkembang.

"Kalau pertumbuhan ekonomi suatu bangsa baik, maka masyarakatnya dapat menikmati. Dalam konstitusi kita adalah bagaimana kita membuat masyarakat ini yang adil dan makmur. Hanya dengan keadilan dan kemakmuran maka bangsa ini akan tetap bersatu," pungkasnya. [rus]

Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini
Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

Prabowo-Sandi Berpelukan

Prabowo-Sandi Berpelukan

, 15 JANUARI 2019 , 12:46:00

Bermalam Di Depan Istana

Bermalam Di Depan Istana

, 15 JANUARI 2019 , 13:51:00

Jajal Kartu Pintar NPWP

Jajal Kartu Pintar NPWP

, 15 JANUARI 2019 , 23:59:00