Hanura

Operator Tak Untung, OK OTrip Bisa Gagal...

Setelah Uji Coba Kedua Berakhir

Nusantara  SELASA, 17 JULI 2018 , 09:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Operator Tak Untung, OK OTrip Bisa Gagal...

Foto/Net

RMOL. Program One Karcis-One Trip (OK-Otrip) sampai uji coba kedua se­lesai 15 Juli lalu, baru 123 angku­tan umum ber­gabung. Padahal, targetnya 2.000 kendaraan.

Sejak resmi diuji coba Januari lalu, program ini jalan di tem­pat. Belum ada perkembangan signifikan mengenai jumlah koperasi yang berminat dalam program tersebut. Dari target 11 koperasi, baru dua koperasi ang­kutan umum yang bergabung. Yakni Koperasi Wahana Kalpika dan Budi Luhur.

Kedua koperasi itu telah mengi­kuti uji coba OK OTrip dengan harga tunggal Rp 5.000 sampai ke tujuan yang dimulai 15 Januari hingga 15 April. Uji coba pun diperpanjang (kedua) hingga 15 Juli karena saat itu tidak ada pe­nambahan jumlah armada.

Berdasarkan data dari PT Transjakarta, hingga kini baru 123 unit dari 2.000 yang ditar­getkan ikut dalam tarif tunggal OK OTrip.

"Ke depan akan ada penam­bahan operator yang join," ujar Budi Kaliwono, Dirut PT Tran­sjakarta, di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/7).

Melihat hal itu, pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai, kegagalan OK OTrip itu karena skema bisnis yang ditawarkan tidak menguntungkan operator.

"Perlu pendekatan lagi, dan penjelasan detail yang memihak operator," ujarnya saat dihubun­gi, kemarin.

Dikatakan Djoko, ketika su­dah terjadi kesepakatan bis­nis, bukan berarti program OK OTrip akan berjalan sempurna sesuai yang diharapkan.

Makanya dia menyarankan agar program tersebut dapat diselaraskan dengan diberlaku­kannya lagi pelarangan kendaraan roda dua melintas di jalan protokol.

Bagaimanapun juga, kesuksesan pemerintah untuk menyediakan angkutan yang layak dapat dinilai dari berpindahnya pengendara pribadi ke angkutan umum.

"Kalau tidak, akhirnya pro­gram ini hanya sekadar bagi-bagi uang tanpa target jumlah penumpang yang akan diang­kut," tandas Djoko.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai, Gubernur An­ies Baswedan gagal meyakinkan operator bahwa program ini menguntungkan. Terutama terkait masalah tarif per kilometer.

"Kalau mau berjalan, ya ba­gaimanapun caranya Gubernur harus bisa yakinkan operator. Ini kan program mereka yang sudah dibangga-banggakan."  katanya.

Anies, lanjutnya, tidak harus malu meneruskan program Gu­bernur DKI sebelumnya. Yakni, mengajak Kopaja bergabung dengan PT Transjakarta. Saat itu, bus bobrok diganti dengan baru yang lebih memadai sesuai standar dari PT Transjakarta. Yakni ber AC dan pintu selalu tertutup. Bus ini pun hanya ber­henti di halte-halte yang telah ditentukan. "Harga tiket tetap Rp 3.500 tanpa batasan waktu," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gu­bernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, minimnya angka par­tisipasi koperasi untuk bergabung pada program OK OTrip bukan suatu alasan untuk menghentikan kebijakan tersebut.

Pihaknya akan kembali mem­bahas secara khusus mengenai kesepakatan harga rupiah per kilometer antara PT Transjakarta dengan operator yang kerap menemui jalan buntu.

Sandi yakin, hasil pembahasan itu akan membuahkan hasil pe­nambahan jumlah armada di akhir bulan ini. Hingga akhir tahun, ia sesumbar mencapai angka 2.609 armada yang akan bergabung di program OK OTrip.

"Sesuai dengan perintah Pak Gubernur, major breaktrought di bulan ini. Kita ingin tingkat­kan jumlah dari para operator yang terlibat. Akhir tahun ini targetnya 2.609 armada yang bergabung,"  ungkapnya.

Mengenai kondisi ini, anggota Komisi Perhubungan DPRD DKI Yuke Yurike telah mem­prediksi sejak program tersebut diluncurkan. Sebab, minimnya minat koperasi untuk bergabung dalam OK OTrip karena skema harga rupiah per kilometer yang kurang menguntungkan bagi para sopir angkot.

"Dalam program tersebut ada patokan jarak tempuh 190 kilo­meter untuk satu hari. Sementara enggak semua trayek memiliki jarak tempuh yang disyaratkan," paparnya. ***


Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)
Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00