Hanura

Hamdan Zoelva: Jika Bukan Perintah Paslon, Tidak Bisa Dinilai Pelanggaran TSM

Nusantara  JUM'AT, 13 JULI 2018 , 03:19:00 WIB | LAPORAN: TAUFIQURROHMAN

Hamdan Zoelva: Jika Bukan Perintah Paslon, Tidak Bisa Dinilai Pelanggaran TSM

Foto/RMOLLampung

RMOL. Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva meminta majelis pemeriksaan politik uang yang Terstruktur, Sistematis Masif (TSM) membuktikan hubungan pemberian uang dengan paslon Pilgub Lampung Arinal-Chusnunia (Nunik).

Hamdan yang menjadi saksi ahli pasangan Arinal-Nunik mengatakan, majelis tak boleh menduga-duga hubungan pemberian uang yang dilakukan oleh tim relawan dengan Paslon Gubernur Arinal-Chusnunia.

"Tindakan relawan yang memberikan uang, tanpa perintah paslon, tak bisa dinilai pelanggaran terstruktur sistemik dan masif," katanya dalam sidang majelis TSM, Kamis (12/7).

Diberitakan Kantor Berita RMOLLampung, Mantan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) itu lantas mencontohkan kasus di Provinsi Gorontalo, di mana ASN melakukan politik uang.

Ia memaparkan di persidangan MK, salah seorang ASN setempat mengaku diperintah pasangan yang menang.

"Setelah penelusuran, ternyata diperintah pasangan calon yang kalah," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, ia mengingatkan putusan hukum tak boleh menduga-duga. Ia mengajak majelis memahami keberadaan peluang bahwa ada peluang, pemberian uang tak didasari oleh pasangan Arinal-Nunik.

"Kalau tak ada perintah ini bukan TSM. Jangan sampai perbuatan orang lain, menjadikan orang yang tak berkaitan malah dihukum. Jadi buktikan, jangan menduga-duga," paparnya.

Namun, pendapat Hamdan ini langsung dibantah oleh tim hukum paslon Gubernur Nomor 2 Herman HN-Sutono, Resmen Kadafi.

"Hanya orang gila yang mau membagi-bagikan uang untuk paslon yang tidak dikenalnya. Di Lampung, di tengah situasi ekonomi sulit bahkan tukang sayur saja ikut membagi uang," kata Resmen.

Resmen mengatakan posisi paslon Arinal-Nunik pada H-17 dalam sejumlah lembaga survei masih berada di posisi ketiga dengan kemungkinan raihan suara 20 persen.

"Bagaimana bisa raihannya melonjak 20 persen, jika tidak membagikan uang," ujarnya. [fiq]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00