Hanura

Malumologi Semi Final Piala Dunia 2018

Menuju Peradaban  KAMIS, 12 JULI 2018 , 07:47:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Malumologi Semi Final Piala Dunia 2018

Jaya Suprana/Net

SECARA malumologis berdasar kadar beban rasa malu yang terpaksa harus dipikul, Inggris merupakan tim nasional sepakbola yang paling dipermalukan pada laga babak semi final Piala Dunia 11 Juli 2018.

Analisa Malumologis
Sebagai Juara Piala Dunia 1966, Inggris diungguli Kroasia yang belum pernah menjadi Juara Dunia dengan skor 1-2 sementara pada babak semi final Piala Dunia 2018, Juara Dunia 1998, Perancis menaklukkan Belgia dengan skor 1-0.

Memang mantan Juara Dunia yang paling dipermalukan akibat gagal lolos bawal awal Piala Dunia 2018 adalah Jerman yang bahkan empat kali menjadi Juara Piala Dunia yang sebenarnya masih ada yang lebih dipermalukan lagi yaitu Italia yang juga sama dengan Jerman sempat empat kali menjadi Juara Piala Dunia malah sama sekali tidak lolos babak kualifikasi maka tidak berlaga di Piala Dunia di Rusia.

Namun tetap saja beban rasa malu cukup berat dipikul oleh laskar sepakbola Inggris karena terpaksa harus bertekuk lutut ketika berhadapan dengan Kroasia yang sama sekali belum pernah menjadi Juara Piala Dunia.

Apalagi di atas kertas, sebenarnya Inggris diunggulkan ketimbang Kroasia oleh mayoritas bandar judi mau pun mereka yang dianggap ahli prediksi sepakbola. Namun terbukti di atas lapangan hijau memang beda ketimbang di atas kertas karena Yang Maha Kuasa berkehendak bahwa Kroasia yang melaju ke babak final untuk berhadapan dengan Juara Dunia 1998, Perancis yang berhasil menghadang laju Belgia di babak semi final Piala Dunia 2018.

Diuntungkan
Secara malumologis, sebenarnya Kroasia yang belum pernah menjuarai Piala Dunia memikul beban rasa malu lebih ringan ketimbang Perancis. Beban rasa malu apabila dikalahkan timnas yang belum pernah menjadi Juara Dunia.

Jelas lebih berat bagi timnas yang pernah bangga menjadi Juara Dunia ketimbang sebaliknya Juara Dunia dikalahkan bukan Juara Dunia.

Maka dapat disimpulkan bahwa secara malumologis, memang pada hakikatnya Kroasia lebih diuntungkan ketimbang Perancis pada babak final demi menentukan siapa di antara dua negara Eropa tersebut berhak menjadi Juara Piala Dunia 2018 pada hari Minggu 15 Juli 2018 di Luzhniki Stadium. Namun untuk ke sekian kali kita semua perlu diingatkan pada kenyataan bahwa bola memang bundar dan akhirnya yang menentukan segala-galanya adalah Kehendak Yang Maha Kuasa. [***]

Penulis selalu berdoa memohon Yang Maha Kuasa memperkenankan Timnas Indonesia lolos babak kualifikasi Piala Dunia 2022




Komentar Pembaca
Jihad Al-Nafs Demi Pemilu Damai

Jihad Al-Nafs Demi Pemilu Damai

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018

Jangan Cemooh Pak Kwik

Jangan Cemooh Pak Kwik

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018

Mengharap Ratapan Pendeta Giay Terdengar Oleh Jokowi
Kawasan Demiliterisasi Idlib

Kawasan Demiliterisasi Idlib

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018

Fastabiqul Khoirot

Fastabiqul Khoirot

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Kerukunan Maumere

Kerukunan Maumere

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00