Hanura

Terapkan Tarif Ilegal, Grab Didenda 10 Juta Peso Di Filipina

Dunia  RABU, 11 JULI 2018 , 16:11:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Penyedia layanan transportasi daring, Grab mendapat sanksi dari otoritas di Filipina. Sanksi diberikan lantaran Grab telah mengenakan tarif tambahan secara ilegal kepada konsumen.

Direktur Komunikasi Kementerian Transportasi Filipina, Goddes Libiran menjelaskan bahwa pengenaan tarif tambahan sebesar 2 peso per menit kepada penumpang itu tidak sepatutnya dilakukan Grab.

Dewan Peraturan dan Waralaba Transportasi Darat (LFTRB) Kementerian Transportasi Filipina menjatuhi hukuman berupa denda sebesar 10 juta peso dan kewajiban mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan penumpang (reimburse) dengan cara memberikan diskon.

‚ÄĚKami mengonfrimasikan LTFRB menginstruksikan GRAB untuk membayar denda 10 juta Peso karena menarik tarif tambahan 2 Peso per menit ke penumpang, dan Grab diharuskan mengembalikan uang penumpang itu dengan memberikan diskon," sebut Libiran di Manila, Filipina, seperti diberitakan ABS-CBN News, Rabu (11/7).

Skema tarif telah diatur LTFRB pada Desember 2016 lalu. Dalam aturan ini, penyedia jasa transportasi online hanya diperkenankan mengenakan tarif sebesar 40 peso dan tambahan tarif senilai 10 peso hingga 14 peso per kilometer. [ian]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00