Hanura

Pejuang Lingkungan Terus Terancam Dikriminalisasi

Saksi Ahli KPK Digugat

Bongkar  SENIN, 09 JULI 2018 , 08:54:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pejuang Lingkungan Terus Terancam Dikriminalisasi

Nur Alam, bekas Gubernur Sulawesi Tenggara/Net

RMOL. Kalangan aktivis mengecam kriminalisasi pejuang ling­kungan. Beberapa waktu lalu, Basuki Wasis, seorang ahli perhitungan kerugian lingkungan, digugat oleh Nur Alam, bekas Gubernur Sulawesi Tenggara yang sudah ditangkap KPK.

Penyebabnya, Basuki Wasis diminta KPK dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk men­jadi ahli dalam menghitung kerugian lingkungan dalam kasus korupsi izin tambang yang dilakukan Nur Alam. Akibat keberaniannya, Basuki Wasis malah digugat perdata oleh Nur Alam.

Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti Juliantari mengatakan, sebagai pejuang lingkungan, Basuki Wasis harus dibela. Apalagi, Basuki sudah membantu KPK dan KLHK menghitung kerugian lingkun­gan akibat korupsi izin yang dilakukan Nur Alam. Tetapi malah digugat secara perdata dengan jumlah fantastis

"Hal yang dialami Basuki Wasis merupakan bagian dari se­rangan balik terhadap partisipasi publik dalam lingkungan hidup atau dikenal Strategic Lawsuit Agains Pubic Partisipation (SLAPP)," katanya.

Padahal, Pasal 66 UU no. 32 ta­hun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jelas menyebutkan 'setiap orang yang memperjuangkan hak lingkungan hidup yang baik dan sehat yang didasarkan iktikad baik tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata'.

"Kalau kasus Basuki Wasis sampai dikabulkan, ini bisa jadi preseden buruk ke depannya dalam kasus perusakan lingkungan," sebut Siti.

Kepala Departemen Kajian, Pembelaan dan Hukum Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Zenzi Suhadi menuturkan, pihaknya mencatat sejak 2008 sampai 2018, rata-rata proses kriminalisasi terhadap pejuang lingkun­gan terjadi 1 kali dalam 1 hari baik itu terpublikasi maupun tidak.

Walhi menggarisbawahi bah­wa kriminalisasi yang terjadi di Indonesia paling tidak bisa dibagi dalam 4 fase. Pada fase 1 yang dikriminalisasi adalah masyarakat yang akan menjadi korban dari proses kerusakan lingkungan. Fase 2 kriminalisasi terhadap aktivis yang mendampingi komunitas.

Fase 3 yaitu kriminalisasi terhadap akademisi. Sementara fase 4 kriminalisasi terhadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). "Jadi bisa dikatakan kriminalisasi bisa terjadi baik pada masyarakat maupun pegawai pemerintah. Sampai saat ini, belum ada korban kriminalisasi yang diselamatkan oleh negara," ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi para pejuang lingkungan memang berat. Makanya, para perusak lingkungan jangan dilihat saat pengrusakannya saja tapi juga harus dilihat bagaimana mereka mengintervensi aturan dan proses hukum yang ada.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menerangkan, berdasarkan UU Perlindungan Saksi dan Korban, ditegaskan seorang saksi, kor­ban, ataupun pelapor itu tidak boleh dituntut secara pidana atau perdata atas laporan atau kesak­sian yang diberikannya.

"Seharusnya Basuki Wasis, sebagai seorang ahli juga tidak dapat digugat. Hal yang terjadi pada Basuki Wasis tentu mem­buat orang takut memberikan kesaksian di persidangan ke depannya," katanya.

Dia menambahkan, untuk perlindungan terhadap ahli um­umnya tidak memerlukan per­lindungan fisik namun lebih ke perlindungan hukum. "Sejauh ini, LPSK dan KLHK juga terus melakukan pendampin­gan kepada Basuki Wasis," imbuhnya.

Selain pendampingan, KLHK sendiri sedang menyusun naskah akademik berupa aturan turunan dari UU no. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. ***


Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00