Hanura

Gotong Royong Membangun Negeri

Menuju Peradaban  RABU, 13 JUNI 2018 , 06:22:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Gotong Royong Membangun Negeri

Jaya Suprana/Net

TERBERITAKAN bahwa Sri Bintang Pamungkas (SBP) menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan ujaran kebencian di Direktorat Reserse Tindak Pidana Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Usai pemeriksaan, SBP menyangkal telah menyampaikan ujaran kebencian ke muslim etnis Tionghoa. SBP menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud meragukan keimanan para muslim etnis Tionghoa.

Dia mengaku dilaporkan ke polisi karena video ceramahnya pada dua tahun lalu yang diunggah di Youtube. SBP menjelaskan dalam ceramah itu cuma sempat menyindir soal sifat "penjajah" pada orang Cina.

Laporan PITI

Kasus ini bermula dari laporan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Islam Tionghoa (DPP PITI) Ipong Hembing Putra ke Polda Metro Jaya, pada 29 Maret 2018. Laporan itu diterima dengan nomor LP/1698/III/PMJ/DIt.Reskrimsus.

Ipong menyampaikan laporan itu sebab menganggap SBP menyatakan ujaran kebencian terhadap etnis Tionghoa. Ipong mempermasalahkan ucapan SBP bahwa orang Tionghoa, yang memeluk Islam, adalah "pura-pura". Pernyataan SBP itu terekam video yang diunggah di Youtube. Sebaliknya, SBP bersikukuh hanya menyinggung "sifat penjajah"orang Cina, dan bukan keyakinan keIslamannya.

Cinta Indonesia

Saya kerap berdiskusi dengan Sri Bintang Pamungkas tentang berbagai aspek kehidupan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Dari beberapa kesempatan berbincang, saya memperoleh kesan bahwa SBP seorang cendekiawan yang sangat cinta Indonesia.

Dalam mengungkapkan pendapatnya, SBP kerap kali terbawa emosi sehingga menggelora sampai lepas kendali meledak-ledak terutama apabila bersentuhan dengan masalah Keadilan Sosial untuk seluruh Indonesia yang memang masih belum kunjung terwujud setelah Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Memang SBP sangat peduli amanat penderitaan wong cilik.

SARA

Sebagai penyandang gelar Doktor of Philosophy bidang ilmu ekonomi dari Iowa State University, SBP tidak selalu sependapat dengan saya yang cuma rakyat jelata pembelajar apa yang disebut ekonomi. Kebetulan saya berbeda etnis dan agama dengan SBP. Namun SBP tidak pernah bersikap diskriminasi SARA terhadap diri saya.

Sejauh saya mengenal adinda menantu Bung Hatta, Prof Sri Edi Swasono itu juga tidak berpandangan diskriminasi SARA terhadap para warga Indonesia keturunan China pencinta Indonesia seperti Lie Eng Hok, John Lie, PK Ojong, Yap Thiam Hien, Kwik Kian Gie, Tan Joe Hok, Teguh Karya, Soe Hok Gie, Arief Budiman, Lieus Sungkharisma, Oen Boen Ing, Junus Jahja, Jusuf Hamka, Ignatius Jonan, Marie Pangestu, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Mohammad Anton dan lain-lain.

Jihad Al Nafs

Namun selama masih hadir Undang Undang yang potensial mengkriminalkan sikap, perilaku serta kata-kata yang rawan ditafsirkan sebagai SARA, memang kita semua -termasuk saya- sebaiknya lebih cermat, seksama serta berhati-hati dalam mengungkap pendapat kita masing-masing. Insya Allah, dalam suasana saling memaafkan bulan suci Ramadhan kasus dugaan ujaran kebencian terkait SARA terhadap SBP dapat terselesaikan secara musyawarah mufakat, silaturahim antar sesama warga Indonesia.

Marilah kita semua mulai dari diri sendiri masing-masing berupaya menunaikan Jihad Al-Nafs demi menghentikan kebencian, hujatan, fitnah, kriminalisansi serta lain-lain angkara murka memecah belah bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Marilah kita bersatu padu, bahu membahu, gotong royong membangun negeri. MERDEKA!

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Komentar Pembaca
Fastabiqul Khoirot

Fastabiqul Khoirot

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Kerukunan Maumere

Kerukunan Maumere

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

<i>People Power</i>

People Power

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018

<i>Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita</i>

Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018

Maumere Dan Gemu Fa Mi Re Mengglobal

Maumere Dan Gemu Fa Mi Re Mengglobal

JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia