Hanura

Prihatin Kriminalisasi Lieus

Menuju Peradaban  SENIN, 11 JUNI 2018 , 06:27:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Prihatin Kriminalisasi Lieus

Lieus Sungkharisma/Net

23 Mei 2018 beberapa warga Indonesia keturunan Tionghoa menyelenggarakan sebuah pertemuan di Restauran Kopi Oey, Gajah Mada, Jakarta Barat.

Satu di antara yang hadir adalah tokoh aktivis senior yang juga koordinator Aspirasi Indonesia, Lieus Sungkharisma.

"Gerakan hastag #2019GantiPresiden menginspirasi kami untuk mengatakan bahwa Pak Jokowi kamsia (terima kasih) dah," demikian kata Lieus yang prihatin melihat kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam.

Selama Jokowi berkuasa, kata Lieus, masyarakat seolah terkotak-kotak.

“Pak Jokowi cukup sudah. Sejak kepemimpinan beliau masyarakat kita jadi terpecah-belah,” katanya.

Jika disuruh memilih angka 1 sampai 10, menurut Lieus, pemerintahan Jokowi layak diberi nilai 8.

"Tapi kalau disuruh maju sekali lagi ya kasihan, jangan. Kami kan kasihan sama Jokowi udah berat bebannya. Makanya kita pakai tema #2014 Aku Yang Memulai 2019 Aku Mengakhiri. Lebih banyak manfaat dia berhenti ketimbang dia terus memimpin Indonesia,” pungkas Lieus.

Bareskrim


Akibat pertemuan beberapa warga keturunan Tionghoa di Restoran Kopi Oey Chandra Naya tersebut, Lieus Sungkharisme resmi dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian alias hate speech.

Secara jelas pada Surat Bukti Lapor nomor : TBL/650/VI/2018/Bareskrim, pihak pelapor menegaskan bahwa waktu dan tempat kejadian tindak pidana adalah 23 Mei 2018 di rumah  makan Kopi Oey Chandra Naya.

Prihatin


Meski sesama warga keturunan Tionghoa, saya tidak sependapat dengan Lieus dkk dalam hal penilaian terhadap kepemerintahan Presiden Jokowi.

Namun saya sangat amat prihatin terhadap upaya kriminalisasi terhadap Lieus Sungkharisma atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian atau apapun. Menurut pendapat saya, Lieus sama sekali tidak melakukan seperti yang didugakan terhadap dirinya.

Sebagai warga Indonesia yang kini merupakan negara demokrasi terbesar ke tiga di planet bumi, Lieus Sungkharisma hanya berikhtiar mengejawantahkan hak asasi manusia untuk berpendapat serta mengungkapkan pendapat tanpa niat mencemarkan nama baik dan tidak menyatakan ujaran kebencian.

Dikuatirkan setiap warga Indonesia termasuk Anda dan saya apabila mengungkap pendapat rawan dikriminalisasikan hanya berdasar tafsir belaka.

Permohonan

Maka saya sebagai seorang rakyat Indonesia dengan penuh kerendahan hati memberanikan diri mengajukan permohonan kepada para tokoh penegak hukum untuk berkenan memberikan keadilan bagi sesama rakyat Indonesia yang hanya ingin mengungkap pendapat diri  demi menjunjung tinggi makna demokrasi serta sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab di atas bumi Indonesia sebagai negara hukum berlandaskan Pancasila. [***]

Penulis adalah rakyat Indonesia yang mendambakan demokrasi dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Komentar Pembaca
Fastabiqul Khoirot

Fastabiqul Khoirot

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Kerukunan Maumere

Kerukunan Maumere

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

<i>People Power</i>

People Power

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

Malumologi Korupsi Dana Bantuan Gempa

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018

<i>Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita</i>

Andaikata Gus Dur Masih Bersama Kita

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018

Maumere Dan Gemu Fa Mi Re Mengglobal

Maumere Dan Gemu Fa Mi Re Mengglobal

JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia