Hanura

Perindo Dan PSI Jadi Pendatang Baru Paling Diminati

Politik  SABTU, 26 MEI 2018 , 01:01:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi partai yang unggul jika pemilu digelar pada hari ini.

Setidaknya hal itu tercermin dari survei terbaru yang dirilis Y-Publica, di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

Dalam survei itu, PDIP bertengger di posisi pertama dengan elektabilitas 25,3 persen.

"Menyusul kemudian Gerindra 11,1 persen dan Golkar 10,3 persen," ujar Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya.

Di klasemen papan tengah dihuni oleh Demokrat dengan elektablitas 5,7 persen, dan PKB 5,1 persen. Lalu diikuti Nasdem dengan elektablitas 3,4 persen, PKS 3,2 persen, Perindo 3,1 persen, PPP 3,0 persen dan Hanura 1,9 persen.

"Dari partai menengah hanya Demokrat dan PKB yang sudah aman masuk parlemen dengan ambang batas 4 persen," kata Rudi.

Sementara papan bawah dihuni oleh PSI dengan elektabilitas 1,3 persen, PBB 1 persen, PKPI 0,9 persen, Berkarya 0,5 persen, Garuda 0,4 persen. Sedangkan responden yang belum memutuskan masih ada di angka 18,1 persen.

Survei ini juga turut memberikan gambaran tentang elektabilitas empat partai baru. Tercitra dalam survei itu, Perindo dan PSI menjadi pendatang baru yang berada di posisi teratas.

Menurut Rudi, jika disodorkan empat partai baru, elektabilitas Perindo 30,7 persen, PSI 29,1 persen, sementara Berkarya 13,1 persen dan Garuda 9,8 persen. Responden yang tidak menjawab 17,3 persen.

"Di antara empat partai baru yang ikut pemilu, dua tertinggi pilihan responden adalah Perindo dan PSI," jelasnya.

Survei nasional ini memiliki 1200 responden diambil secara multistage random sampling, mewakili 120 desa dari 34 Provinsi. Survei memiliki margin error 2,98 persen dalam tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilaksanakan pada 2 hingga 12 Mei 2018 melalui wawancara tatap muka. [ian]

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Kasus Ahok Gak Bikin Kapok
UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

, 13 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00