Toko Tani Indonesia Kini Hadir Di Bali

Jumat, 25 Mei 2018, 23:41 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Foto: Net

RMOL. Kehadiran Toko Tani Indonesia Center (TTIC) mulai bertambah jumlahnya di Indonesia setelah Provinsi Bali ikut meluncurkan kehadiran toko yang berperan memotong mata rantai distribusi pangan dari produsen ke konsumen itu.

Di Bali, TTIC diluncurkan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Denpasar, Bali pada hari ini, Jumat (25/5).

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BPK) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dalam sambutan peluncuran TTIC ini mengatakan bahwa TTIC  telah hadir di 8 provinsi lain berkat sinergitas antara pusat dan daerah. Tujuan TTIC adalah untuk mewujudkan stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Tahun 2017 jelang HBKN, tidak terjadi gejolak harga, kami berharap 2018 ini pun demikian,” tegasnya.  

Lebih lanjut Agung menuturkan, TTIC di setiap provinsi ini merupakan ibu dari TTI yang memiliki peran mengembangkan TTI lebih banyak lagi. Menurutnya, TTIC juga merupakan sarana bagi gapoktan atau supplier atau produsen pangan pokok dan strategis untuk memasarkan komoditas pangan.

"Harapan saya TTIC ini dapat menjadi distribution centre, yakni pusat distribusi yang akan mensuplai TTI di seluruh Bali, dan ke depan harus dikembangkan dengan e-commerce,” jelasnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik pengembangan TTI melalui e-commerce, karena lebih efisien.

"Jika dipasarkan melalui e-commerce, akan memangkas ongkos distribusi dan transaksi,” katanya.

Made meminta kepada jajarannya untuk segera merealisasikan pemasaran TTIC berbasis e-commerce secepatnya. Dan, jika diperlukan TTI dapat kerjasama dengan Perusda.

"Jika masyarakat bisa membeli beras di harga 8.800, inflasi pasti turun, karena harga beras paling menentukan angka inflasi" tegasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, petani untung, konsumen untung dan bisa meningkatkan kesejahteraan serta otomatis mengurangi kemiskinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengungkapkan, saat ini jumlah TTI di Provinsi Bali sebanyak 60 unit tersebar di 6 kabupaten yaitu di Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Badung dan Gianyar.

Dalam kesempatan yang sama Pengurus Gapoktan Subak Bengkel Pande Putu Widya Paramarta yang merupakan salah satu Gapoktan menyuplai ke TTIC di Denpasar mengakui, program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui TTI memberi semangat petani di daerahnya terus menanam, karena serapan gabah menjadi lebih cepat dan akses pasar terbuka. [ian]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading